Legislator Minta RPJMN 2025-2045 Harus Pikirkan Sektor Pangan dan Energi

Firman Soebagyo
Firman Soebagyo

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyoroti, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang dinilainya belum meletakkan sektor pangan dan energi sebagai program prioritas menuju Indonesia Emas Tahun 2045.

Firman mengatakan, DPR telah menerima surat dari Pemerintah berisikan wakil Pemerintah yang ditugaskan untuk membahas RUU RPJP 2025-2045 bersama DPR. Dari informasi yang diperolehnya, RUU ini kemungkinan bakal dibahas di Badan Legislasi (Baleg).

“Mumpung ini belum dibahas di Baleg, karena sudah ada penugasan, tolong (Kementerian Pertanian) berikan masukan tentang pentingnya kedaulatan pangan. Karena (di draf RUU RPJPN 2025-2045) tidak tersentuh sama sekali. Energi juga,” kata Firman, Jumat (28/6/2024).

Waketum Partai Golkar ini menilai, persoalan ini harus mendapat perhatian. Sebab berdasar informasi yang diterimanya dari salah satu tim Pemerintah, masalah energi dan pangan ini sudah sering didorong di dalam tim penyusun RPJP, namun kurang mendapat respons.

“Penasihatnya kan Bappenas, nah salah satu tim ada di sana itu mengatakan, ‘Pak kami sudah berkali-kali memberikan usulan. Tapi rupa-rupanya Bappenas itu, banyak orang yang lebih pintar daripada (Kementerian) Pertanian,” tegas anggota Baleg DPR ini.

Situasi tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa masih ada ego sektoral antar Kementerian/Lembaga (K/L) terkait RPJPN ini. Diharapkan, ada solusi agar persoalan pangan dan energi ini menjadi salah satu substansi penting dalam RUU. Agar, cita-cita negara menuju Indonesia Emas 2045 terwujud.

“Yang saya khawatirkan, kalau RPJPN ini tidak dibedah, yang akan dihasilkan nanti adalah perak. Bahkan mungkin perunggu, bukan emas. Karena di situ (draf RUU RPJPN) setelah saya baca di Baleg itu, sama sekali yang namanya sektor pangan tidak tersentuh,” tandas legislator dapil Jateng III ini.

Previous articlePlt Sekjen MPR Sebut Pentingnya Wisata Belajar ke Lembaga Negara
Next articleMPR Periode Ini Tidak akan Melakukan Amandemen UUD 1945

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here