Peringatan HBA di Jawa Barat, Kajati: Gunakan Akal Sehat

Kajati Jabar, Katarina Endang Sarwestri bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa Ke-64, Senin, (22/7/2024) //Foto: Penkum Kejati Jawa Barat

Bandung, PONTAS.ID – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat, Katarina Endang Sarwestri mengingatkan jajarannya menggunakan hati nurani dan akal sehat dalam melaksanakan tugas dan kewenangan.

Penegasan salah satu poin perintah harian Jaksa Agung ini disampaikan Katarina saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa Ke-64, di halaman kantor Kejati Jawa Barat, Bandung, Senin, (22/7/2024).

Dalam amanatnya, Katarina kembali membacakan tujuh perintah Jaksa Agung, ST Burhanuddin, yakni:

  1. Bangun budaya kerja yang terencana, prosedural, terukur, dan akuntabel dengan terwujudnya kepatuhan internal dan mitigasi risiko untuk mencapai tujuan organisasi;
  2. Gunakan hati nurani dan akal sehat sebagai landasan di dalam melaksanakan tugas dan kewenangan;
  3. Wujudkan soliditas melalui kesamaan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak guna mengakutalisasikan prinsip een en ondelbaar;
  4. Benahi pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan tugas secara efektif;
  5. Jadikan Pembinaan, Pengawasan, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan sebagai trisula penggerak perubahan sekaligus penjamin mutu pelaksanaan tugas secara profesional dan terukur;
  6. Laksanakan penegakan hukum yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat; dan
  7. Persiapkan arah kebijakan Institusi Kejaksan dalam Menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045.

Sebagai informasi, Hari Bhakti Adhyaksa ke-64 di Kejati Jawa Barat ini mengusung tema Akselerasi Kejaksaan Untuk Mewujudkan Penegakan Hukum Modern Menuju Indonesia Emas.

Upacara diikuti oleh seluruh Pegawai Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kejaksaan Negeri Kota Bandung, Kejaksaan Negeri Kabupateng Bandung dan Kejaksaan Negeri Cimahi.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Fajar Virgyawan Cahya

Previous articleHNW: Agar Keberagaman Agama Membuat Bangsa Justru Menjadi Kuat dan Bersatu Padu
Next articleKonsep Wisata Regeneratif Harus Dikembangkan demi Pariwisata yang Berkelanjutan