Jakarta, PONTAS.ID – Pemantauan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dilakukan rutin oleh seluruh UPT Badan Karantina Pertanian. Pemantauan ini bertujuan untuk memantau keberadaan OPTK yang menyerang pertanaman di tiap daerah.
“Kami akan terus mendampingi petani agar produksi pertanian di Sumatera Utara terus meningkat dan petani menjadi sejahtera,” papar Andi Yusmanto, Kepala Karantina Pertanian Belawan dalam keterangan resminya yang dikutip PONTAS.id, Selasa (9/2/2021).
Menurutnya, Pemantauan yang dilakukan oleh Analis dan Pemeriksa Karantina Tumbuhan, PPL dan PHP masing-masing kecamatan ini mendeteksi OPTK melalui gejala serangan pada tanaman kopi, jeruk, kentang, jagung, nenas, cabai, tomat, bawang merah, pisang, padi dan tanaman eucalyptus.
Sedangkan Untuk jenis lalat buah dipasang trapping lalat buah dengan antraktan methyl eugenol (ME) dan cue pure (CL) guna mengumpulkan lalat buah yang akan diidentifikasi di laboratorium
“Hasil pemantauan ini nantinya akan diseminarkan secara nasional agar dapat dijadikan sebagai bahan penyusunan Permentan tentang OPTK,” imbuhnya
Pemantauan OPTK oleh Karantina Pertanian Belawan tahun ini dilakukan di 5 (lima) kecamatan, yaitu Sipahutar, Adian Koting, Siborong-borong, Sipaholon dan Muara.
“Karantina Pertanian Belawan melalui pemantauan OPTK akan terus melindungi dan mendukung pertanian di Kebupaten Tapanuli Utara,” tandasnya
Sebagai informasi, Kabupaten Tapanuli Utara yang sebagian besar daerahnya adalah sentra pertanian, menjadi lokasi rutin pemantauan setiap tahunnya. Kabupaten yang terkenal dengan nanas Sipahutar dan kacang Sihobuk ini, mayoritas penduduknya adalah suku Batak dengan profesi sebagai petani. Tak heran jika kehidupan perekonomian kabupaten ini ditompang oleh sektor pertanian.
Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Pahala Simanjuntak




























