Jakarta, PONTAS.ID -Pemerintah Kota Jakarta Pusat, gelar apel siaga bencana, di halaman Kantor Walikota Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi penanganan dampak bencana di wilayah Jakarta Pusat, Rabu(11/11/2020).
“Kesiapsiagaan kita secara keseluruhan khususnya di jajaran Sudin Sosial ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari layanan kita kepada masyarakat. Oleh karena itu dalam menangani bencana apapun kita perlu kebersamaan dan berkolaborasi dengan masyarakat,” ujar Walikota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara
Apel yang dipimpin Walikota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara melibatkan sejumlah jajaran Sudin Sosial seperti petugas Penanganan dan Pengendalian Sosial (P3S), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Petugas Sosial Kesiapsiaagaan Bencana (PSKB) dan Kampung Siaga Benca (KSB).
Lebih lanjut, Walikota menyebutkan sekarang ini sudah masuk musim penghujan dengan curah hujan yang cukup tinggi dengan durasi yang cukup pendek, terlebih telah memasuki situasi gejala La-Nina (fenomena cuaca ekstrim)
“Sarana prasarana khususnya saluran yang ada di Jakarta hanya mampu menampung 100 mm/awers, kalau diatas angka 100 kemungkinan akan terjadi genangan, akan tetapi
Alhamdulillah, hampir empat tahun terakhir, genangan di wilayah Jakarta Pusat relatif terkendali,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasudin Sosial Jakarta Pusat, Ngapuli Perangin Angin menjelaskan, dalam rangka antisipasi kesiapsiagaan penanganan dampak bencana dari seluruh segi personil di jajaran Sudin Sosial Jakarta Pusat sudah disiapkan baik itu dari petugas Tagana, P3S, PSKB, KSB, termasuk peralatan tenda dan dapur umum.
“Yang terpenting tugas Sudin Sosial yaitu menyiapkan makanan siap saji, dan itu sudah disiagakan semua,“ ungkapnya.
Menurut Ngapuli, pihaknya tidak hanya menangani bencana banjir saja, tapi juga menganani bencana kebakaran, bencana alam dan bencana lainnya.
“Ada 230 petugas Tagana dan ini tersebar di delapan kecamatan, dan begitu ada bencana mereka langsung siaga walaupun mereka dari polentir dan tidak di gaji tapi rasa jiwa sosial untuk memberikan pelayanan sangat tinggi. Jika ada bencana tetap kita berkolaborasi dengan tim lain tidak hanya Tagana saja yang turun,” tandasnya
Penulis: Zulfatun/Tajuli
Editor: Rahmat Mauliady



























