Jakarta, PONTAS.ID – Memasuki bulan November, harga batu bara acuan (HBA) naik tipis. Berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) HBA saat ini di level US$ 66,27 per metrik ton.
Adapun, harga batu bara terus merosot sejak kuartal IV/2018 setelah meninggalkan kisaran level US$100 per ton. Sejak Agustus 2018, HBA hanya mampu dua kali mencetak kenaikan bulanan. Bahkan, HBA Oktober 2019 berada pada level terendah dalam 3 tahun terakhir.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, mengatakan, kenaikan HBA pada November 2019 tersebut disebabkan meningkatnya permintaan menjelang musim dingin. Secara historis, permintaan batu bara memang cenderung naik pada kuartal IV setiap tahun.
“HBA naiknya tipis dari bulan sebelumnya karena ada kenaikan permintaan,” tutur Agung, Selasa (5/11/2019).
Asal tahu saja, HBA merupakan harga yang diperoleh rerata empat indeks pda bulan sebelumnya, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC) dan Platt’s 5900. Masing-masing indeks tersebut memiliki porsi 25%.
Penulis: Ririe
Editor: Riana




























