Polres Sergai Ringkus Bandar dan Kurir Sabu dalam Sehari

Sergai, PONTAS.ID – Dalam sehari, personil Sat Res Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) berhasil menggulung Bandar (BD), Pengedar dan Kurir Sabu.

Hal ini disampaikan Kapolres Sergai AKBP Juliarman Pasaribu melalui Kasat Res Narkoba, AKP Martualesy Sitepu kepada awak media ini di ruang kerjanya, Rabu (14/8/2019) sore.

Keberhasilan ini diawali ketika petugas mengamankan Sud alias Dirman (53) warga Desa Sei Buluh, Teluk Mengkudu, Sergai, dari rumahnya Senin (12/8/2019) siang.

“Tersangka sudah lama menjadi target dan merupakan residivis karena berkali-kali masuk penjara soal sabu. Alibinya dia ngaku Bandar Dadu Kopyok, nggak taunya masih mengedarkan sabu dan dari tangannya kita sita 5,01 gram,” kata Martualesy.

Dari Dirman, lanjutnya sabu diketahui berasal dari SA alias Cobra (40) warga Desa Jamur Pulau (Jampul), Perbaungan. Untuk memancing pemasok, Polisi meminta Dirman memakai ponselnya untuk memesan sabu sebanyak 1 gram dengan dan harga yang sudah disepakati.

“Ternyata yang datang bukan Cobra, melainkan HW (35) warga Desa Padang Matinggi, Kecamatan Padang Sidempuan, Kota Padang Sidempuan. Saat diamankan, HW mengaku, kalau dirinya disuruh saudaranya untuk mengambil uang pesanan tadi dari Dirman,” kata Martualesy.

Tak mau buruannya kabur, spontan Tim kembali bergerak dan benar Cobra lagi menunggu kurirnya di kandang kambing. Setelah diperiksa seluruh sudut Kandang Kambing tersebut, ditemukan 1,08 gram sabu didalam klip putih transparan.

“Sayangnya, Cobra mencoba memutus mata rantai jaringan, dia hanya mengaku kalau sabu itu 1 gramnya dibayar Rp700 ribu dari seseorang di Galang (Deli Serdang), dan dijual kepada Dirman seharga Rp.750 ribu,” pungkas Martualesy.

Kepada awak media Cobra mengaku kalau profesi jadi BD ini baru dilakoni nya selama dua bulan, “aku cuma mencari ongkos mau kerja di Kalimantan, kasihan kedua anak ku kalau masih terus disini, gak taunya beginilah,” ucapnya seakan menyesali.

Sedangkan HW mengaku baru sebulan, itupun karena membantu Cobra yang masih saudaranya, “Aku operator alat beratnya bang, rencana kami mau kerja ke Kalimantan dan sembari ngumpulin uang untuk ongkos tapi gak taunya malah sengsara ujungnya,” ucapnya.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleMeriahkan Hari Pramuka, Satgas TNI Berikan Pembekalan
Next articleDPD: Indonesia Harus Ambil Jalan Demokrasi Meskipun Sulit