Sergai, PONTAS.ID – Juliana Bhayanfkara Hutabarat (49), warga Griya Asri Dusun 4 Pangkalan Budiman Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, Sumatera Utara, yang berprofesi sebagai ASN di Polres Sergai tewas mengenaskan akibat dilindas truk Fuso BK 9346 NB saat melintas di Jalan lintas Sumatera (Jalinsum) KM 58-58 simpang Gardena, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Senin (9/3/2020) pagi.
Seorang saksi mata di lokasi kejadian menuturkan, diduga korban hendak mengejar apel pagi di Mapolres Sergai. Korban datang dari arah Kota Sei Rampah menuju arah Perbaungan dengan mengendarai motor Honda Beat BK 2291 XAL. Mengejar waktu, korban ketika itu mencoba menyalip minibus merk Rajawali, tapi tiba-tiba dari samping kiri korban ada sepeda motor yang juga mencoba mendahului minibus Rajawali.
Saksi mata tersebut mengatakan, diduga, kemudi (stang) motor keduanya bersenggolan, akibatnya korban dan motornya terpental ke kanan jalan, persis di saat itu tiba truk Mitsubishi Fuso BK 9346 NB yang disopiri oleh Supianto (45), warga Kampung Beringin Desa Sinaksak – Simalungun. Ban roda belakang kanan truk langsung melindas kepala korban. Selang waktu, terdengar jeritan histeris warga yang melihat kejadian itu.
Selang kejadian, korban pun lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Sultan Sulaiman yang tak jauh dari tempat kejadian oleh personil Lantas Polres Sergai dan warga.
Plt Kanit Laka yang sementara dijabat oleh KBO Lantas, Iptu D. Panjaitan, ketika dikonfirmasi PONTAS.ID usai kejadian membenarkan peristiwa tersebut.
“Jenazah saat ini masih di ruang instalasi RS Sultan Sulaiman bersama keluarga, dan belum tahu mau dibawa kemana,” kata Panjaitan.
Terpisah, Supianto, pengemudi truk Fuso saat di kantor Satlantas Pilres Sergai mengatakan, pagi itu dirinya baru keluar dari gudang sawit muluk minyak di desa Firdaus. Rencananya, ia hendak menuju Tebing dengan kondisi truk tanpa muatan. Menurutnya, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul dua motor mendahului angkot di depan.
“Aku sempat lihat ada dua motor mendahului angkot, kemudian kedua motor tersebut bersenggolan,” ucapnya.
Menurutnya, akibat bersenggolan, salah satu pengendara motor itu pun lantas terjatuh ke arah kanan badan jalan. Ia pun mengaku, tidak dapat mengerem truk sehingga korban terlindas ban bagian belakang.
“Aku gak sempat mengerem, melihat korban terjatuh sehingga terlindas ban belakang truk,” katanya.
Suasana berkabung terlihat di Mapolres Sergai, Mbak Tinik, pengusaha Kantin di samping Koperasi Polres Sergai pun mengaku kaget dengan kejadian tersebut.
“Jelas kami sangat kaget dengan berita ini, setiap hari kerja kalau makan siang, pasti minta kukawani di belakang ini. Ternyata, Sabtu kemarin dia buang tabiat kayaknya. Siang itu dia makan duluan. ‘biar dilihat orang banyak aku, Kak‘. Ternyata itu kata-kata terakhir korban,” ucap Mbak Tinik kepada PONTAS.ID, seraya menirukan perkataan korban kepadanya.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Riana




























