Jakarta, PONTAS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dipastikan akan memanggil dan memberikan penjelasan kepada beberapan mantan walikota di Jakarta, yang dicopot dari jabatannya beberapa waktu yang lalu.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah DKI, Saefullah dalam menanggapi polemik pencopotan sejumlah walikota di Jakarta, termasuk keluhan dari Bambang Musyawardana yang dicopot sebagai Walikota Jakarta Timur (Jaktim) melalui aplikasi pesan Whatsapp (WA).
Saefullah hanya mengingatkan, bahwa keputusan untuk melakukan pencopotan itu memang sepenuhnya menjadi hak dari Gubernur DKI. Dimana pejabat eselon II yang sudah berusia 58 tahun, akan dipensiunkan. Sedangkan mereka yang belum 58, akan dijadikan staf.
“Kedaulatannya ada di tangan gubernur. Mengenai metodenya saya rasa kurang sabar saja. Pada waktunya saya pikir nanti Pak Gubernur akan mengundang yang bersangkutan dalam situasi silaturahmi dan kekeluargaan,” kata Saefullah, Rabu (18/7/2018).
Terkait surat keputusan (SK) mutasi yang menurut para mantan pejabat itu belum dipegang, Saefullah mengatakan SK sudah ada dibuat kolektif. Dia menyarankan kepada para pejabat yang kebingungan, agar datang ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Adapun terkait prosedur teguran dan pemeriksaan sebelum mencopot pejabat, Saefullah memastikan ada catatan evaluasi kinerja pejabat yang bersangkutan. Pihaknya sengaja tak membukanya sebab menyangkut nama baik yang bersangkutan.
“Semuanya ada catatannya komplet di BKD. Jadi kami tidak ingin membuka ini semua ke publik, itu saja. Dijaga demi kepentingan yang bersangkutan. Petikannya nanti pada saat penjelasan yang bersangkutan dipanggil,” ujar Saefullah.
Sebelumnya mantan Walikota Jaktim, Bambang Musyawardana mengeluhkan pencopotan dirinya sebagai walikota hanya dilakukan Pemprov DKI melalui aplikasi Whatsapp. Dia bahkan mengaku tak pernah mendapatkan penjelasan sejak dicopot hingga sekarang.
“Saya enggak masalah dicopot dari jabatan, enggak masalah. Yang saya masalahkan selama ini saya belum terima keputusan gubernur yang asli, saya hanya dihubungi lewat WhatsApp dipensiunkan,” kata Bambang, Senin (16/7/2018).
Editor: Risman Septian



























