Pelumas Sigra Bermasalah, Daihatsu Lubuklinggau Tolak Klaim Konsumen

Lubuklinggau, PONTAS.ID – Pemilik mobil Daihatsu Sigra di Lubuklinggau, Sumatera Selatan bernama Panimbang kecewa dengan pelayanan klaim dari Daihatsu cabang Lubuklinggau. Pasalnya, pelumas mobil miliknya kering akibat tutup tangki pelumas lepas sendiri namun, klaimnya ditolak oleh Daihatsu cabang Lubuklinggau.

“Pelumas mobil tersebut keringan akibat penutupnya lepas dengan sendiri. Lagi jalan tiba-tiba mobil mati. Setelah di cek ternyata tutup pelumas lepas, tidak ada lagi,” jelas Panimbang, Jumat (11/6/2021).

Panimbang mengaku telah menghubungi pihak diler untuk mengecek langsung mobil tersebut, “Namun berselang seminggu mereka menolak klaim saya,” katanya dengan mimik kesal.

Panimbang menambahkan, untuk perawatan rutin sesuai penjelasan dirinya merujuk perawatan pertama dilakukan 1.000 Km atau bulan pertama dilanjutkan 10.000 Km atau setiap enam bulan.

“Perawatan pertama sudah kami lakukan pada bulan Desember 2020. Mendekati perawatan kedua penutup pelumasnya lepas hingga akhirnya mobil saya mati,” tutup Panimbang

Namun hingga berita ini dipublikasiakn, pimpinan Daihatsu Cabang Lubuklinggau belum memberikan tanggapan, “Bos lagi ke Palembang, jelas salah seorang pegawai. Namun pegawai yang lain saat di tanya mengatakan pimpinannya sedang mengikuti rapat, “Bos lagi rapat,” katanya.

Sementara itu, dari pihak yang mengaku dari Daihatsu menjelaskan melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, klaim yang disampaikan Panimbang ditolak lantaran, kondisi bagian bawah mobil sudah dalam keadaan lecet.

Kemudian, tangki pelumas (oil pan) terdapat patahan berdasarkan pemeriksaan dari tim mekanik dan disertai foto pendukung unit tersebut.

“Ketiga, hasil pengecekan ditemukan bahwa oli mesin dan baut oli sudah dilakukan penggantian di luar bengkel resmi Daihatsu,” bunyi pesan itu.

Penulis: Zainuri
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articlePererat Silaturahmi, Dharamayukti Karini Indramayu Gelar Halal Bihalal
Next articleMaksimalkan Vaksinasi Warga Usia 18+, Begini Strategi DKI