Jakarta, PONTAS.ID – Pagelaran Street Race Polda Metro Jaya di kawasan Ancol yang diselenggarakan beberapa waktu lalu menuai sorotan. Pasalnya, arena balap motor yang digunakan memakai jalan yang diperuntukan bagi lalu lintas umum.
“Jalan inspeksi yang digunakan untuk street race tersebut memang bukan kawasan Ancol. Itu punya DKI,” ujar Humas Ancol Ariyadi Eko Nugroho saat dihubungi PONTAS.id pada Kamis (27/1/21).
Anehnya, setiap pengunjung yang ingin menonton aksi balap liar itupun harus merogoh kocek senilai Rp 25 ribu dengan dalih membeli tiket masuk Ke kawasan Ancol. Menanggapi hal ini, Eko enggan merespon lebih jauh pertanyaan yang dilontarkan oleh pewarta.
“Yang menggelar street race itukan Polda Metro Jaya, untuk info lebih jelasnya langsung ke panitianya saja dari Polda Metro Jaya,” pintanya
Sementara itu, saat PONTAS.id melakukan konfirmasi kepada Polda Metro Jaya, pihak panitia penyelenggara Street Race di Ancol, AKP Rudi Wiransyah malah melempar bola ke rekannya yang lain.
“Wawancaranya ke Pak Harnas saja (anggota ditlantas)” jawabnya singkat saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Tak sampai di situ, pewarta pun menemui langsung Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya, Kombel Pol Erdan Zulpan untuk mendapat penjelasan terkait pemakaian jalan inspeksi yang digunakan untuk pergelaran street race tersebut.
“Maaf ya belum bisa sekarang,” kata Kombes Pol Erdan Zulpan saat ditemui PONTAS.id, Selasa (25/1/2022).
Terpisah, warga DKI Jakarta yang merupakan salah satu joki balap liar aktif berinisial (P) mengeluhkan kegiatan street race yang digelar oleh Kapolda Irjen Pol Mohammad Fadil Imran lantaran harus mengeluarkan kocek yang dinilai cukup besar. Menurutnya, biaya untuk mengikuti balapan tersebut memberatkan kalangan pembalap liar.
“Katanya Kapolda mau membimbing dan memfasilitasi para pembalap liar, kok ini malah terkesan bisnis. Kami harus mengeluarkan uang senilai 100 ribu, kalau kami bawa teman-teman untuk menonton pun harus bayar 25 ribu, belum lagi motornya 15 ribu untuk masuk ke dalam Ancol, mending kami balapan di jalan saja, gratis tanpa biaya,” pungkasnya
Penulis: Ahmad Rahmansyah
Editor: Rahmat Mauliady




























