Polisi Ciduk Pasangan Ardi-Nia, Emak-emak Kemayoran: Dasar Serakah!

Mapolres Metro Jakarta Pusat

Jakarta, PONTAS.ID – Pasangan suami-istri dari figur publik AAB alias Ardi dan NR (31) alias Nia (31) dinilai pasangan yang serakah. Pasalnya, dengan kekayaan yang dimiliki seharusnya lebih banyak melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Hal ini dilontarkan, seorang ibu warga Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Ibu Suparno, merespon tertangkapnya pasangan suami-istri selebritis AAB alias Ardi dan RA alias Nia atas dugaan penyalahgunaan narkoba oleh penyidik Polres Metro Jakarta Pusat.

“Menurut saya mereka serakah! Punya banyak duit tapi melakukan hal-hal yang tidak baik. Seharusnya mereka melakukan hal-hal yang baik dengan berbagi kepada masyarakat yang saat ini mengalami kesusahan, bukannya malah pakai narkoba,” ketus Ibu Suparno, kepada PONTAS.id, di Mapolres Jakarta Pusat, Kamis (8/7/2021) sore

Menurut dia, Kepolisian harus tegas dengan kasus ini agar menimbulkan efek jera bagi yang masih menyalahgunakan narkoba, “Kalau bisa semua yang bermain-main narkoba ditembak-tembakin saja, biar Indonesia cepat maju,” pungkasnya.

Empat Tahun Penjara
Sebelumnya, Kabid Humas Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan pasangan suami-istri Ardi dan Nia, menjadi tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan urine keduanya positif mengandung Metamfetamin.

Namun, saat menggelar konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Pusat, pihak penyidik tidak menghadirkan tersangka Ardi maupun Nia di hadapan media.

“Dilakukan tes urine menyatakan positif mengandung meta atau sabu-sabu,” kata Yusri di Mapolres Metro Jakarta Pusat.

Mereka ditangkap di rumahnya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, setelah polisi menangkap seorang tersangka lainnya berinisial ZN (43), laki-laki yang bekerja sebagai supir keluarga pasangan itu.

Setelah menggeledah mobil yang dikendarai ZN, polisi menemukan barang bukti berupa satu klip sabu-sabu dengan berat kotor sebanyal 0,78 gram, kemudian satu buah bong atau alat hisap sabu.

“Saat digeledah ZN ini ditemukan 1 klip narkotika jenis sabu-sabu, kemudian diinterogasi ternyata yang bersangkutan mengakui barang tersebut adalah barang milik saudari Nia. Itulah kemudian penyidik melakukan penggeledahan di kediaman Nia dan menemukan tersangka sedang berada di rumah,” ujar Yusri.

Yusri mengatakan polisi menemukan bong atau alat hisap sabu lainnya dari hasil penggeledahan rumah milik Nia.

Polisi kemudian melakukan pendalaman kepada yang bersangkutan, sehingga membuat tersangka Nia mengakui bahwa suaminya Ardi juga menggunakan sabu secara bersama-sama.

“Mereka (Ardi dan Nia ) menggunakan sabu bersama-sama. Tapi saat di TKP, Ardi enggak ada, ZN dan Nia dibawa,” tutur Yusri.

Yusri mengatakan tersangka dikenakan pelanggaran pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dimana sanksi pidana maksimal empat tahun penjara.
“(Pasal) 127 UU No 35 tahun 2009, ini masih awal karena kami masih baru saja, kami nanti pengembangan dari perkara ini,” kata Yusri.

Penulis: Heru Mindarto
Editor: Ahmad Rahmansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here