Kisruh PTSL, Warga Dusun Pulorejo Geruduk Kantor Sekretariat

Jember, PONTAS.ID – Warga Dusun Pulorejo datang beramai-ramai ke kantor sekretariat PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) Desa Menampu Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember sekira pukul 15.00 Wib sore, Pada Jum’at (1/10/2021)

Kedatangan warga tersebut sempat membuat pihak Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Gumukmas turun tangan untuk meredam emosi warga yang pada saat itu sudah keliatan putus asa, tujuan mereka datang hanya ingin menanyakan perihal masalah balik nama yang mereka urus karena masih belum selesai dalam jangka waktu ada yang 7 bulan, hingga ada beberapa yang sudah kurang lebih 2 tahun belum juga selesai.

Melihat warga yang sudah nampak emosi, pihak ketua panitia PTSL Desa Menampu langsung memberikan klarifikasi kepada warga perihal bagaimana regulasi tentang pengurusan surat melalui program PTSL serta memberikan pemahaman kepada beberapa warga yang datang ke kantor sekretariat PTSL.

Setelah ditanyakan oleh Ketua Panitia PTSL Novan Fawaid, beberapa masyarakat yang merasa keberatan perihal lamanya mengurus AJB (Akta Jual Beli), ternyata mereka mengurus surat surat hak Kepemilikanya tersebut ke salah satu Wakasun (Wakil Kepala Dusun) Pulorejo bernama Satino dengan biaya 2,3 juta hingga 3,5 juta rupiah, biaya tersebut bervariasi tergantung luas tanah masing masing warga.

“Saya kaget didatangi warga ramai ramai, perihal masalah ini. Kami klarifikasi kepada warga dan akhirnya warga paham dan mereka mengungkapkan selama ini meminta tolong Wakasun Satino,” jelas Novan, yang diterima PONTAS.id, Sabtu (2/10/2021)

Dengan penjelasan ketua PTSL tersebut, warga akhirnya juga meminta tolong kepada pihak panitia PTSL membuka databese pengajuan, guna mengecek ada tidaknya nama mereka dalam pengurusan program PTSL.

“Intinya masyarakat itu takut juga menjadi korban seperti Miftahul Zannah warga Dusun Pulorejo yang beberapa hari lalu menanyakan perihal mengurus surat suwalik tanah kepada Wakasun Satino dan ternyata didaftarkan PTSL, yang pengurusanya itu murah hanya 350 ribu sudah jadi,” tambahnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kepala Desa untuk membuka databese, berdasarkan database tersebut kita bisa tahu nama para warga masyarakat yang diduga telah kecewa dengan kinerja, Kami juga akan buka databese data pengajuan PTSL, apapun hasilnya nanti kita sampaikan ya mas,” terang Ketua Panitia PTSL dikantor sekretariat PTSL.

Salah satu warga yang datang ke kantor sekretariat PTSL mengaku sangat kecewa atas ulah Wakasun, karena mereka sudah menunggu lama hingga kurang lebih 1,5 tahun belum selesai.

Penulis: Ruksin A
Editor: Yos Casa Nova F

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here