Tingkatkan Ekonomi Petani, Begini Strategi Bupati Sergai

Sergai, PONTAS.ID – Bupati Sergai, Darma Wijaya membuka acara Panen Perdana Kegiatan Hilirisasi Inovasi Teknologi Pertanian Padi, Kelompok Tani Margo Mulyo, seluas 10 hektare (ha) dan Gerakan Panen Serentak Tahun 2021, di Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serba Jadi, Senin kemarin (23/8/2021).

Bupati mengatakan, seperti yang disampaikan Kadis Kominfo Sergai, Akmal melalui media perpesanan WhatsApp, Selasa (24/8/2021).

Bahwa pembukaan pembangunan disektor pertanian ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, yang tentunya  meningkatkan ketahanan pangan dan daya saing pertanian.

“Salah satu tujuan utama pembangunan pertanian adalah meningkatkan kehidupan petani dan keluarganya yang lebih baik dan makmur,” tutur Bupati.

Dalam rencana kerja pemerintah, imbuh Bupati ketahanan pangan termasuk salah satu prioritas, mengingat jumlah penduduk semakin meningkat yang dibarengi dengan kebutuhan pangan yang semakin tinggi. Sementara ketersediaan lahan, terutama lahan sawah semakin sempit yaitu dengan adanya alih fungsi lahan.

“Kabupaten Sergai merupakan salah satu lumbung beras di Provinsi Sumatera Utara, produksi beras di tanah bertuah negeri beradat ini dari tahun ke tahun berfluktuasi, namun produksinya tetap surplus,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Bupati menurut angka sementara, tahun 2020 produksi beras yang dicapai sebesar 2 ratus ton lebih dengan kebutuhan 77 ribu ton lebih sehingga swasembada/surplus beras sebanyak 169.113 ton.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, dalam upaya membangun pertanian Kabupaten Sergai bersinergi dengan berbagai pihak, baik dari sisi pendanaan maupun pendampingannya. Salah satu upaya yang dilakukan membuat kesepakatan bersama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sumatera Utata yang sudah ditanda tangani pada tanggal 16 Juli 2021.

“Kami meminta kepada UPT terkait untuk menindak lanjuti poin-poin yang tercantum dalam kesepakatan bersama. Diantaranya, penelitian dan pengembangan tanaman perkebunan tanaman pangan dan hortikultura,” ujarnya.

Darma juga menyampaikan, bahwasannya panen perdana kegiatan hilirisasi inovasi teknologi pertanian padi ini merupakan salah satu bentuk kesepakatan bersama antara Pemkab Sergai dengan BPTP dalam penelitian dan pengembangan tanaman pangan.

Sedangkan diseminasi kegiatan, lanjutnya,  berupa demplot penelitian dan pengembangan tanaman pangan oleh BPTP diharapkan menghasilkan inovasi teknologi yang sesuai dengan spesifik lokasi sehingga dapat dengan mudah disebarluaskan dan diterapkan kepada petani.

Melalui berbagai metode penyuluhan oleh OPD yang membidangi, sehingga semakin banyak petani di Sergai yang mau merubah perilaku dan sikap dalam usaha taninya.

“Kami berharap kesepakatan kami ini tetap dilanjutkan, agar semakin banyak inovasi teknologi yang dapat diterapkan oleh petani dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan produksi pertanian yang mendukung percepatan pencapaian target dan program pertanian di Kabupaten Sergai,” harapnya.

Kepala BPTP (Badan Pengkajian Teknologi Pertanian) Sumut, Khadijah El Ramija mengatakan kegiatan ini merupakan dana anggaran tambahan pemulihan ekonomi nasional.

“Kabupaten Sergai salah satu Kabupaten yang diutamakan dalam setiap kegiatan BPTP untuk mendukung teknologi pertanian,” kata Khadijah.

Di Desa Pulau Gambar ini, lanjut El Ramija diseminasi inovasi teknologi yang digunakan antara lain ada tiga model tanam yakni hajar legowo 2:1, 4:1 dan Tegel.

“Tiga varietas benih padi dengan kualitas inpari 30, inpari 32 dan Mekongga. Selain itu, pemupukan sesuai rekomendasi analisa tanah dengan perangkat uji tanah sawah (PUTS) dan pengendalian hama terpadu,” ungkapnya.

Turut hadir, Kadis Pertanian Provinsi Sumatera Utara, Dahler, Kadis Pertanian Sergai, Dedi Iskandar, Camat Serba Jadi, Mulyani, Kasatpol PP Sergai Fajar Simbolon, para petani dan lainnya.

Sebagai penutup, kata Akmal Kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan dua alat mesin pertanian (Alsintan), untuk kelompok tani Margo Mulyo dan kelompok tani Huria Mandiri.

Penulis: Andy Ebiet

Editor: Fajar Virgyawan Cahya

 

Previous articleMPR Dukung Upaya Pemerintah Menurunkan Level PPKM untuk Daerah Jawa-Bali
Next articleWacana Amendemen UUD 1945, PAN : Tidak Urgent, Sebaiknya Ditahan Dulu