Medan, PONTAS.ID – Kepolisian Daerah Sumatera Utara berkoordinaai dengan aparat TNI untuk mengusut kematian wartawan Marah Salem Harahap (42) yang tewas akibat kaki kirinya ditembak orang tak dikenal (OTK) di Simalungun, pada Sabtu (19/6/2021) dini hari.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara yang menangani kasus ini juga telah memeriksa 34 orang saksi.
“Dari kronologis singkat yang didapat, tim melakukan pendalaman dan telah memeriksa saksi sebanyak 34 orang,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Hadi Wahyudi di Medan, Senin (21/6/2021).
Petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil Datsun Go dengan nomor polisi BK-1921-WR, satu pasang sepatu cokelat milik korban, celana jeans yang berlubang milik korban, dan beberapa barang bukti lainnya.
“Kami mohon dukungan dan doanya agar segera terungkap,” katanya.
Ujian bagi Kapolri
Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh meminta aparat kepolisian bersikap profesional dan transparan dalam mengungkap kasus ini dengan mengungkap dan menangkap dalang dan pelaku serta motif kejadian tersebut kepada publik.
“Saya mengecam keras atas kejadian tertembaknya Mara Salem. Saya jugaberharap agar aparat Kepolisian segera menangkap siapa dalang dan pelaku serta sekaligus mengungkap motif yang melatar belakangi kejadian tersebut,” kata Pangeran di Jakarta, Senin (21/6/2021).
Dia mengatakan kerja cepat dan kerja keras Kepolisian untuk segera mencari pelaku merupakan ujian bagi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit untuk membuktikan institusinya hadir memberikan rasa aman dan berkeadilan dalam menindak pelaku kejahatan di Indonesia.
Terutama, menurut dia, kejahatan tersebut menimpa insan pers yang berdasarkan UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dinyatakan bahwa dalam menjalankan kerja jurnalistik perlu mendapatkan perlindungan hukum.
“Saya juga berharap seperti yang pernah disampaikan Kapolri saat menjalani uji kelayakan di Komisi III DPR bahwa kepolisian akan bekerja lebih profesional dan transparan sesuai ‘tag line’ Kepolisian yang baru yaitu Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, dan Berkeadilan (Presisi),” ujarnya.
Selain meminta masyarakat mempercayakan penyelesaian kasus tersebut kepada aparat Kepolisian. Politisi PAN itu juga berharap masyarakat mengawal secara bersama kasus tersebut agar transparan dan akuntabel.
“Penyelesaian masalah ini dapat dibuka secara transparan dan akuntabel agar kepercayaan publik terhadap kepolisian semakin meningkat,” katanya.
Selain itu dia berharap agar kasus serupa tidak terjadi lagi sebagaimana dipemberitaan bahwa masalah kekerasan terhadap insan pers masih sering terjadi.
Sebelumnya, seorang jurnalis bernama Mara Salem Harahap (42) tewas karena diduga ditembak orang tak dikenal (OTK) tidak jauh dari rumahnya, di Desa Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Korban diduga tewas setelah ditembak orang tidak dikenal saat dia berada di dalam mobilnya.
Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan bekas luka tembak di bagian kaki kiri korban.
Penulis: Ahmad Rahmansyah
Editor: Fajar Virgyawan Cahya




























