TNI/Polri Ikut Pilkada, Hendardi: Parpol Gagal!

Ketua SETARA Institute, Hendardi

Jakarta, PONTAS.ID – Kegagalan parpol melakukan kaderisasi menjadi salah satu penyebab banyaknya purnawirawan TNI – Polri ikut dalam kontestasi pilkada serentak. Selain itu, posisi parpol sebagai pusat kaderisasi politik, justru memberikan kesempatan kepada TNI Polri.

“Kekhawatiran banyaknya purnawirawan ikut Pilkada dapat dimaklumi. Ini mengindikasikan kegagalan partai politik melakukan kaderisasi. Dan di sisi lain sebagai wujud keberhasilan kepemimpinan TNI Polri meraih kepercayaan publik sehingga memiliki elektabilitas untuk berkontes,” jelas Ketua SETARA Institute, Hendardi, melalui pernyataan tertulisnya yang diterima PONTAS.id, Sabtu (20/1/2018)

Secara normatif, lanjut Hendardi, anggota TNI/Polri memiliki hak sepanjang telah memenuhi persyaratan dengan pengunduran diri. “Tetapi kecemasan akan netralitas harus dinetralisir dengan kinerja Bawaslu dan penegak hukum lainnya memastikan institusi TNI Polri tidak beroperasi,” kata dia.

Hendardi mengakui, jika melihat kepemimpinan pada dua institusi TNI/Polri, pihaknya meyakini komitmen netralitas lembaga tersebut dalam proses Pilkada maupun Pemilu, akan dipegang teguh.

“Tetapi untuk jangka panjang perlu dipikirkan mekanisme yang lebih terukur, misalnya dengan masa jeda beberapa tahun bagi anggota Polri dan TNI sebelum diputuskan bisa ikut berkontes,” tutupnya.

Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here