Masyarakat Percaya Polri Mampu Tanggulangi Terorisme

Jakarta, PONTAS.ID – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA merilis hasil survei persepsi publik terhadap aksi kelompok radikal, lantaran maraknya aksi terorisme belakangan menjadi perhatian banyak pihak. Hasilnya, masyarakat percaya Polri merupakan instrumen pemerintah yang mampu menanggulangi terorisme.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa menyatakan bahwa mayoritas publik mendukung adanya undang-undang (UU) yang bisa lebih memudahkan aparat menanggulangi terorisme. Hal itu supaya pencegahan terorisme bisa dilakukan lebih efektif.

“Yang menyatakan setuju UU antiterorisme bisa menanggulangi terorisme mencapai angka mayoritas 79,3 persen. Yang menyatakan tidak setuju hanya 3,6 persen, dan sisanya menyatakan tidak tahu atau tidak jawab,” kata Ardian saat merilis survei terbaru di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (31/7/2018).

Ardian menuturkan, dari hasil risetnya tersebut diketahui juga mayoritas masyarakat setuju dengan prinsip dasar UU antiterorisme. Karena pengertian terorisme adalah perilaku kejahatan bermotif politik, ideologi atau kepentingan internasional.

“Yang menyatakan setuju dengan prinsip definisi terorisme harus punya motif politik sebanyak 63 persen. Yang setuju dengan prinsip aparat hukum boleh menyadap terduga pelaku terorisme jika mempunyai dua alat bukti yang cukup dan kemudian dimintakan persetujuan pengadilan sebanyak 72,5 persen,” ujarnya.

Lebih jauh Ardian mengatakan, dari hasil survei LSI lebih dari 50 persen masyarakat setuju jika anggaran pemberantasan terorisme ditambah, sebagai langkah dukungan membasmi kelompok radikal.

“Sebanyak 51,3 persen publik setuju kenaikan anggaran bagi aparat hukum dengan tujuan pemberantasan terorisme, yang menyatakan tidak setuju di angka 24,2 persen, dan sisanya 24,5 persen menyatakan tidak tahu atau tidak jawab,” tutur dia.

LSI pun mengungkapkan, ada tiga lembaga pemerintah yang dipercayai publik dalam skala lebih luas yaitu, TNI di angka 90,4 persen, KPK di angka 89,0 persen, dan Polisi 87,8 persen.

“Dengan legitimasi sekuat itu, polri dipercaya publik mampu menumpas terorisme hingga ke akarnya, akar sosial, ekonomi dan ideologisnya,” pungkasnya.

Editor: Risman Septian

Previous articlePeduli Korban Gempa Lombok, BNI Syariah dan YHT Salurkan Bantuan
Next articleBeredar Surat Pembekalan CPNS 2017, Kementerian PANRB: Hoaks!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here