Korupsi, Jaksa Tahan 2 Eks Pejabat Bank Syariah Mandiri Sidoarjo

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak

Jakarta, PONTAS.ID – Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan dan penahanan terhadap dua tersangka FAR dan PZR, pada Senin (7/6/2021).

Keduanya ditahan atas dugaan Tindak Pidana Korupsi terkait Pemberian Fasilitas Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sidoarjo kepada Debitur PT. Hasta Mulya Putra.

FAR selaku karyawan PT. MHE Surabaya dan Pelaksana Marketing Support/Sales Assistant PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sidoarjo Tahun 2010 hingga 2014.

Sementara, PZR selaku Manager Operasional PT. MHE Surabaya dan Kepala Cabang PT. Mandiri Kantor Cabang Sidoarjo Tahun 2007 hingga 2013.

“Diperiksa terkait pendalaman peran tersangka dalam perkara dimaksud,” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui keterangan resminya yang dikutip PONTAS.id, Selasa (8/6/2021).

Pada tahun 2013, PT. Hasta Mulya Putra melalui Direkturnya, ERO yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka mendapatkan fasilitas pembiayaan dari PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sidoarjo sebesar Rp.14,250 miliar.

“Untuk membiayai usaha modal kerja pengerjaan proyek pembangunan Ruko dan perumahan di Kota Madya Madiun,” beber pria akrab disapa Leo ini.

Fasilitas pembiayaan tersebut dicairkan dalam tiga tahap, pada 23 Agustus 2013 sebesar Rp.7,5 miliar. Kemudian tahap kedua, pada 3 September 2013 sebesar Rp.2 miliar.
Tahap 3 pada tanggal 3 Oktober 2013 sebesar Rp.4,750 miliar.

“Pemberian fasilitas pembiayaan tersebut dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan menggunakan sembilan bilyet deposito senilai Rp.15 miliar milik Lim Chin Hon (warga negara Malaysia) sebagai jaminan,” pungkasnya.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Rahmat Mauliady

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here