Banjarmasin, PONTAS.ID – Ulama Kalimantan Selatan, KH Muhammad Wildan Salman dan Habib Fathurrahman Bahasyim mengutuk keras selebaran berisi fitnah terhadap calon gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin. Pasalnya, selebaran itu diduga disebarkan oleh pendukung lawan.
Sebagai informasi, Kalsel atas perintah Mahkamah Konstitusi wakan menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) pemilihan Gubernur di 7 kecamatan pada tiga Kabupaten pada Rabu (9/6/2021). Dua pasangan, Sahbirin Noor-Muhidin (BirinMu) akan berhadap-hadapan dengan Denny Indrayana-Difriadi Darjat H2D.
Kembali ke selebaran fitnah, Paman Birin dituding korupsi proyek penataan makam Datu Kelampayan senilai Rp.80 miliar.
“Saya meyayangkan cara-cara memalukan, barbar dan keji melalui selebaran berisi fitnah korupsi Rp.80 miliar itu. Sangat disayangkan adanya upaya-upaya tim pemenangan yang menghalalkan segala cara untuk menarik simpati masyarakat,” kata Fathurrahman, di Banjarmasin, Jumat (4/6/2021).
Menurut diam jika memang tuduhan itu benar dan berdasar, seharusnya dilaporn ke pihak berwenang seperti kepolisian, kejaksaan atau KPK.
“Kenapa harus melakukan pembunuhan karakter paslon pesaing? Tidak perlu dengan menyebarkan selebaran yang justru memunculkan kegaduhan politik di Banua. Itu yang sangat saya sayangkan,” tegas dia.
Demikian halnya dengan pernyataan Wildan, “Hal seperti itu dalam agama Islam sudah termasuk fitnah keji dan dosa besar,” kata dia.
Secara pribadi, dia meyakini bahwa seluruh masyarakat Banua tak setuju politik uang seperti yang pernah dialamatkan kepada pasangan BirinMu, “Masyarakat Kalsel sudah pintar untuk memilah dan memilih siapa calon pemimpin yang jauh dari memfitnah dan mengadu domba,” pungkasnya.
Sementara itu, Ustadz M Zayadi, Sekretaris RMI PCNU Kabupaten Banjar meyakini pembuat selebaran itu bukan warga Kalsel, “Jelas sekali bukan adab dan akhlak orang Banua. Apalagi sampai menghamburkan fitnah-fitnah di jalanan,” tegasnya.
Menurut Zayadi, jika pihak lawan memiliki data seperti ditudingankan, seharusnya mempertanyakan dan mengklarifikasi ke DPRD Kalsel.
“Sekali lagi saya tegaskan untuk Tim Sukses Haji Denny, bikinlah suasana menjelang PSU adem, nyaman, tenang, bukan malah mehamburakan selebaran fitnah-fitnah yang bisa meulah suasana hati urang banua terpecah belah,” pintanya.
Penulis: M. Apriani
Editor: Pahala Simanjuntak




























