Kilang Balongan Terbakar, Proyek Petrochemical Tetap Jalan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral(ESDM), Arifin Tasrif, usai mengunjungi Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral(ESDM), Arifin Tasrif, menegaskan bahwa kebakaran yang terjadi di tangki BBM Kilang Balongan tidak lantas menghentikan proyek petrochemical yang sedang berlangsung di kilang tersebut.

Arifin bilang, pembangunan infrastruktur tetap berjalan karena merupakan program strategis nasional.

“Terkait rencana kilang untuk petrochemical (di Kilang Balongan) tetap dalam program Pertamina karena ini suatu program nasional untuk kita bisa mencukupi kebutuhan petrochemical dihasilkan dari dalam negeri, mengurangi impor,” tegas Arifin, usai mengunjungi Kilang Balongan di Indramayu, dikutip dari keterangan resminya, Senin (5/4/2021).

Sebagai informasi, peningkapan kapasitas kilang (Refinery Development Master Plan/RDMP) Phase-1: CDU Light Distillate Section Upgrading Project telah dimulai pada akhir Februari 2021. RDMP di Kilang Balongan akan dapat meningkatkan kapasitas produksi light distillate section dari 125 MBSD menjadi 150 MBSD.

Revamping unit CDU akan meningkatkan fleksibilitas CDU untuk memproses minyak mentah campuran berat (heavy mix crude) ataupun minyak mentah ringan (lighter crude oil). Peningkatan kapasitas ini tidak hanya meningkatkan margin perusahaan, tetapi juga ketahanan energi nasional.

Pembangunan RDMP Phase-1 ini dikerjakan oleh Konsorsium RRE yang terdiri dari PT Rekayasa Industri, PT Rekayasa Engineering dan PT Enviromate Technology International.

Sementara itu, mengenai ketersediaan pasokan BBM, Menteri ESDM mengungkapkan, Pertamina mengoptimalkan kilang-kilangnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan tetap memperhatikan standar-standar keselamatan.

“Pertamina dengan terjadinya peristiwa ini akan mengoptimalkan kapasitas produk di kilang-kilang lainnya dengan memperhatikan standar-standar keselamatan bekerja. Tentu saja apabila terjadi shortage, yang kita harapkan tidak terjadi karena demand belum kembali seperti biasa, kita harapkan kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi dari Pertamina sendiri,” tutur Arifin.

Sebelumnya, kebakaran tangki BBM T-301 area Kilang Balongan, terjadi pada Senin (29/3/2021) dini hari lalu. Saat ini, api sudah dapat dipadamkan dan sedang dilakukan pendinginan sisa-sisa minyak yang masih berada di dasar tangki, sehingga bisa diturunkan temperaturnya.

Penulis: Stevanny

Editor: Riana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here