Gunung Anak Krakatau Berstatus Waspada, Jarak Aman 2 Km

Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktifitas sejak tanggal 18 Juni 2018. Namun, hingga saat ini masih berstatus Waspada (Level II)

Jakarta, PONTAS.ID – Sejak tanggal 18 Juni 2018, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktifitas, yang ditunjukkan gempa-gempa vulkanik dan tektonik serta terekamnya gempa Tremor menerus dengan amplitudo 1 – 21 mm (dominan 6 mm). Namun, hingga saat ini masih berstatus Waspada (Level II) dengan zona bahaya berada dalam radius 2 kilometer (km) dari kawah gunung yang memiliki ketinggian 305 meter di atas permukaan laut ini.

Kondisi ini diungkapkan Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kasbani, Sabtu (23/6/2018).

“Secara kegempaan Gunung Anak Krakatau, didominasi oleh jenis Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan Gempa Vulkanik Dalam (VA). Selain itu, terekam juga jenis gempa Hembusan, Tektonik Lokal (TL) dan Tektonik Jauh (TJ), “ujar Kasbani, seperti dilansir ESDM.go.id, Minggu (24/6/2018).

Kasbani menambahkan, sejak tanggal 19 Juni 2018, gempa hembusan mengalami peningkatan jumlah dari rata-rata 1 kejadian per hari menjadi 69 kejadian per hari. Selain itu mulai terekam juga gempa Low Frekuensi sebanyak 12 kejadian per hari.

“Sehingga secara kegempaan masih didominasi oleh jenis gempa Vulkanik yang menunjukkan adanya suplai magma, serta jenis gempa Hembusan yang menunjukkan aktivitas di permukaan berupa keluarnya asap/gas vulkanik,” imbuhnya.

Sementara itu, pengamatan visual yang didapat pihaknya, lanjut Kasbani, dari tanggal 18 – 22 Juni 2018 pada umumnya tertutup kabut. Tanggal 21 Juni 2018 , gunung tampak jelas hingga kabut, teramati asap kawah utama dengan ketinggian 100 – 200 meter dari puncak, bertekanan sedang berwarna kelabu dengan intensitas tipis-sedang.

“Keluarnya hembusan asap berwarna kelabu tipis – sedang pada tanggal 21 Juni umumnya disertai dengan material abu vulkanik,” kata dia.

Selanjutnya Kasbani mengatakan, dalam rangka Kesiapsiagaan, sejak tanggal 18 Juni 2018 sudah dikoordinaskan dan diinformasikan kepada pihak BPBD Prov. Banten, BPBD Prov. Lampung dan BKSDA Lampung agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak mendekat ke pulau Anak Krakatau.

“PVMBG Badan Geologi tetap memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara menerus untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutup Kasbani.

Editor: Hendrik JS

Previous articleBali Tuan Rumah IMF-WB, Proyek Underpass Ngurah Rai Dikebut
Next articleKementerian PANRB: Belum Ada Penerimaan CPNS