Bali Tuan Rumah IMF-WB, Proyek Underpass Ngurah Rai Dikebut

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (23/6/2018)

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus bekerja untuk menyelesaikan pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Kota Denpasar, Bali. Underpass ini akan mengurai simpul kemacetan akibat pertemuan lalu lintas dari empat arah yakni dari dan menuju Bandara Ngurah Rai, Tol Bali Mandara, dan Kota Denpasar menuju kawasan wisata Nusa Dua dan sekitarnya.

Simpang Tugu Ngurah Rai juga merupakan jalur utama dari dan menuju Bandara Internasional Ngurah Rai maupun Kawasan Wisata Nusa Dua.

“Underpass ini dibangun bertujuan untuk mengurangi kemacetan di Kota Denpasar serta mendukung pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) tahun 2018,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam kunjungannya meninjau lokasi pembangunan underpass, Sabtu (23/6/2018).

Menteri Basuki menambahkan, hingga 21 Juni 2018, progres fisik pekerjaan sudah 74,23 persen, lebih cepat dari rencana 69,51 persen. “Dengan progres yang lebih cepat, underpass ini ditargetkan selesai tepat waktu pada Agustus 2018, sedikit lebih cepat dari rencana semula September 2018,” kata dia dalam keterangan resmi yang diterima PONTAS.id, Sabtu (23/6/2018).

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII, I Ketut Darmawahana mengingatkan kembali agar kontraktor bekerja dengan mengutamakan kualitas pekerjaan, melaksanakan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) termasuk kebersihan, terlebih karena lokasi pembangunan berdekatan dengan bandara.

“Karena lokasinya yang berdekatan dengan bandara, sehingga tidak dapat menggunakan peralatan konstruksi yang terlalu tinggi karena dikhawatirkan mengganggu pesawat yang hendak terbang dan mendarat,” terang Darmawahana.

Dia juga menyampaikan, selama masa pekerjaan, dilakukan rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif misalnya yang akan menuju Nusa Dua, Uluwatu dan Jimbaran dapat melewati Tol Bali Mandara, “Dan untuk Tujuan Bandara Ngurah Rai dapat melewati Jalan Raya Kuta (Tuban),” pungkasnya.

Sebagai informasi, underpass ini akan memiliki panjang 712 meter, lebar 17 meter, dan tinggi 5,1 meter. Dari hasil studi kelayakan (FS), kehadiran underpass dapat mengurangi kemacetan hingga 50 persen dari kondisi semula. Kendaraan dari Nusa Dua menuju Denpasar atau sebaliknya nantinya akan melalui underpass sehingga waktu tempuh kendaraan lebih cepat.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Jembatan Iwan Zarkasi, dan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII I Ketut Darmawahana.

Editor: Hendrik JS

Previous articleMahathir Ajukan 15 Nama Menteri Tambahan
Next articleGunung Anak Krakatau Berstatus Waspada, Jarak Aman 2 Km