Kata ESDM Soal Nasib Tambang di Ibu Kota Baru

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Ariyono (kanan), saat menggelar jumpa pers, di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (2/9/2019)

Jakarta, PONTAS.ID – Pekan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Namun ternyata, nasib dari beberapa lokasi tambang yang berada di lokasi ibu kota baru tersebut masih dalam tanda tanya.

Terkait hal itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Ariyono, pun angkat suara. Bambang mengklaim, pemerintah akan menyelesaikan lahan pertambangan di lokasi ibu kota baru secara bertahap.

“Lokasi tambang di ibu kota baru ini akan kita selesaikan secara bertahap,” kata Bambang saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Kemudian, Bambang pun memastikan, ketika proses pemindahan ibu kota baru sudah berjalan maka aktivitas pertambangan yang ada di daerah tersebut akan dihentikan.

“Nanti kita bicarakan satu-satu. Ya kalau udah jadi ibu kota, jelas tidak dilakukan penambangan lagi dong,” tandasnya.

Terkait lahan pertambangan yang sudah ada saat ini, Bambang mengaku akan melihat kembali satu per satu.

Menurutnya, apabila memang ada lahan pertambangan di areal lokasi ibu kota baru, maka menjadi tanggung jawab pengusaha untuk melakukan reklamasi atau menutup lubang hasil pertambangan.

“Kalau sudah ditambang, mereka (pengusaha) harus reklamasi,” tuntas Bambang.

Penulis: Riana
Editor: Idul HM

Previous articleMulai Tahun Depan, Bijih Nikel ‘Haram’ Diekspor
Next articleGaet Telkomsel, Pertamina Adopsi Teknologi Digital di Mobil Tangki