Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik

JAKARTA, PONTAS.ID – Anggota DPR Usman Husin meminta Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Dishub NTT), PT ASDP Indonesia Ferry, dan Kementerian Perhubungan RI duduk bersama untuk mengevaluasi tarif penyeberangan lintasan Kupang-Rote yang dikeluhkan mahal oleh para pelaku usaha ekspedisi.

Usman mengatakan, dirinya telah menerima keluhan dari sejumlah pengusaha dan sopir truk ekspedisi yang menilai tarif penyeberangan tersebut memberatkan biaya operasional, terutama untuk distribusi barang dari Kupang ke Kabupaten Rote Ndao maupun sebaliknya.

Menanggapi keluhan itu, Usman menyarankan Dishub NTT segera menyurati Kementerian Perhubungan dan ASDP untuk membahas kembali komponen perhitungan tarif penyeberangan Kupang-Rote.

Menurutnya, evaluasi diperlukan karena terdapat perbedaan tarif antarlintasan penyeberangan di NTT yang dinilai tidak sebanding dengan jarak tempuh.

“Kalau dibandingkan dengan lintasan lain di NTT yang jaraknya lebih jauh, harga tiketnya justru lebih murah. Sementara lintasan Kupang-Rote yang jaraknya relatif dekat, harga tiketnya malah dirasakan mahal. Karena itu, saya menduga ada yang perlu diperiksa kembali dalam perhitungan penetapan tarif tiket penyeberangan Kupang-Rote ini,” kata Usman, Senin (26/10/2026).

Ia menegaskan, persoalan tarif penyeberangan tidak hanya menyangkut kepentingan pengusaha ekspedisi, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat Rote Ndao.

Pasalnya, sebagian besar truk ekspedisi yang melayani rute Kupang-Rote mengangkut sembilan bahan pokok (sembako) dan berbagai kebutuhan masyarakat. Barang-barang tersebut umumnya dipasok dari Kupang sebelum didistribusikan ke Rote Ndao menggunakan truk melalui kapal feri.

Usman mengingatkan, tingginya tarif penyeberangan dapat meningkatkan biaya operasional pengangkutan barang. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan tarif angkutan yang pada akhirnya berdampak terhadap harga jual sembako dan kebutuhan pokok di tingkat konsumen.

“Kalau harga tiket mahal, pelaku ekspedisi tentu ikut terbebani. Ketika biaya angkutan truk naik, dampaknya bisa sampai ke harga jual barang di Rote. Pada akhirnya, masyarakat sebagai konsumen yang akan menanggung beban tersebut,” tegas Legislator dapil NTT ini.

Karena itu, Usman berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menemukan formula tarif yang lebih proporsional agar distribusi barang tetap berjalan lancar tanpa menambah beban masyarakat.

“Mohon tarif penyeberangan Kupang-Rote dikaji ulang. Jangan sampai masyarakat Rote Ndao yang menjadi korban akibat perhitungan tarif yang tidak tepat. Kita ingin ada solusi yang adil sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, para sopir dan pelaku usaha ekspedisi juga mengeluhkan tingginya tarif kapal feri bagi kendaraan pengangkut barang pada lintasan Kupang-Rote Ndao. Mereka menilai tarif tersebut lebih mahal dibandingkan dengan sejumlah lintasan lain, seperti Kupang-Alor dan Kupang-Lembata

Previous articleEkspor Gas ke Singapura Dipangkas, DPR Minta Pemerinta Prioritaskan Kebutuhan Energi dalam Negeri