Polresta Sidoarjo Musnahkan Sabu-sabu 6,3 kg dan Puluhan Butir Ekstasi

Kapolresta sidoarjo Kombes Pol Sumarji, saat melakukan pemusnahan barang bukti narkotika di halaman Mapolresta Sidoarjo, Kamis (1/4/2021).

Sidoarjo, PONTAS.ID – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Sidoarjo memusnahkan barang bukti berupa 6,3 kilogram sabu-sabu dan 91 butir ektasi. Proses pemusnahan dilakukan dihalaman Mapolersta Sidoarjo ini dipimpin Kapolresta Sidoarjo Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sumardji, didampingi pejabat utama Polresta Sidoarjo serta dihadiri pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. Kamis (01/04/2021).

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan, pemusnahan semua barang bukti sabu-sabu dan pil ekstasi ini didapat dari jaringan Malaysia, Sidoarjo dan Surabaya.

“Kita dalam kurung waktu 2 bulan terakhir, sebanyak puluhan kasus narkotika, dan sebagian antara lain, merupakan hasil tangkapannya cukup banyak,” katanya kepada pontas.id usai pemusnahan barang bukti di halaman Mapolresta Sidoarjo, Kamis (1/4/2021).

Dijelaskannya, semua barang bukti tersebut merupakan hasil dari ungkap kasus di bulan Januari sampai Februari yang berhasil menangkap 4 tersangka. Adapun dari tersangka berinisial R menyita sebanyak 3,5 Kilogram sabu, tersangka H menyita 2,9 Kilogram sabu dan 91 butir jenis pil ekstasi Sedangkan, dari tersangka EPC dan EP juga menyita 388,4 Gram sabu-sabu.

“Bisa kita bayangkan, jika narkotika sampai lolos ke masyarakat, berapa banyak masyarakat yang menjadi korban, bahkan dapat merusak generasi muda,” jelasnya.

Menurutnya, dengan dimusnahkannya barang bukti tersebut, diharapkan agar tidak ada celah walau sedikitpun dalam hal penyalahgunaan narkoba saat ditengah pandemi Covid19 di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

“Kami pastikan, segala bentuk peredaran narkoba apapun jenisnya, Harus diberantas sampai ke akar-akarnya. Supaya masyarakat dapat hidup dengan aman dan nyaman diwilayah Sidoarjo,” ujarnya.

Ia menambahkan, Seluruh tersangka diamankan dalam sel tahanan Polresta Sidoarjo untuk diproses lebih lanjut. Perbuatan tersangka dijerat pasal 111 ayat (2), dan pasal 114 ayat (2), Undang-Undang nomor 35 tahun 2002 tentang narkotika.

“Ancaman hukuman paling singkat 5 tahun, dan paling lama seumur hidup,” pungkas perwira tiga melati dipundaknya ini.

 

Penulis : Jumain Agus, S.
Editor    : Fauzi/Agus DC.

Previous articleDeklarasi Damai Pilkades Serentak Trenggalek 2021
Next articleTinjau Lokasi Bom di Makassar, Ini Pesan Azis Syamsuddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here