Terlilit Utang, Warga Binaan Lapas Tebingtinggi Coba  Bunuh Diri

Tebingtinggi, PONTAS.ID – Seorang Warga Binaan Permasyarakatan (WBP), AA (34) mencoba melakukan aksi bunuh diri menggunakan gagang sikat gigi, pada Jumat  (29/1/2021)  sore. Dugaan sementara, AA melakukan aksinya dikarenakan terlilit utang.

Kalapas Klas II B Tebingtinggi, Herliadi didampingi KPLP, Franda W Saragih kepada wartawan, Sabtu  (30/1/2021)  membenarkan adanya kejadian tersebut.

“AA saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit (RS) Adam Malik – Medan. Awalnya, saat apel sore, di Blok A petugas mengabsen WBP, korban tidak mengikuti apel. Petugas lalu melakukan pencarian,” kata Herliadi.

Kemudian korban, terlihat keluar dari kamar mandi Blok F dengan menutupi lehernya menggunakan pakaian. Petugas mendatangi korban.

Mengetahui ada benda (Gagang sikat gigi) yang lengket di lehernya, Petugas langsung membawa ke Klinik dan dirujuk ke RS Chevani namun kembali di rujuk ke RS Royal Prima.

“Di RS Royal Prima, korban dinyatakan reaktif Covid-19, langsung dibawa ke RS Adam Malik untuk dilakukan perawatan,” katanya.

Sementara itu, KPLP, Franda W Saragih, mengatakan, korban baru 3 bulan masuk ke Lapas. Masa tahanannya 1 Tahun 6 Bulan.

“Informasi yang diperoleh, korban melakukan aksi bunuh diri diduga karena terilit utang,” katanya.

Franda menambahkan, WBP yang ada di Lapas Klas II B Tebingtinggi saat ini berjumlah 1.615, “Melebihi jumlah kapasitas yang seharusnya 451,” jelasnya.

Penulis: David Simanjuntak
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleBersama SOKSI, Bamsoet Bantu Petani di Bali
Next articlePancasila Dasar dan Ideologi Bangsa Indonesia