540 Warga Binaan Lapas Tebingtinggi Terancam Kehilangan Hak Suara

Tebingtinggi, PONTAS.ID – 540 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Tebingtinggi belum melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP). 400 warga binaan tersebut berasal dari Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dan sisanya 140 merupakan warga binaan yang berasal dari Kota Medan.

Akibatnya, 540 warga binaan tersebut
kehilangan hak suaranya dalam Pemilu yang akan digelar serentak pada Rabu, 17 April 2019.

Hal ini dibenarkan Kalapas Kelas II B Tebingtinggi Theo Purba,  saat dihubungi wartawan melalui ponselnya.

“Terutama warga¬† binaan yang berasal dari Sergai dan Medan belum ada dilakukan pendataan rekam e-KTP untuk kepentingan pemilu 2019,” kata Theo.

Pihaknya kata Theo tidak mengetahui secara pasti mengapa Disdukcapil Kabupaten Sergai dan Kota Medan belum melakukan perekaman e-KTP kepada warga binaan tersebut.

“Padahal Disdukcapil Tebingtinggi sudah melakukannya kepada semua warga binaan yang merupakan penduduk Tebingtinggi,” kata Theo.

Menurut Theo, pihaknya selalu terbuka untuk bekerjasama dengan instansi terkait, baik dengan Dukcapil Sergai dan Kota Medan untuk merekam e-KTP bagi warga binaan yang ada di lapas.

“Hingga saat ini kami belum tahu kenapa Dukcapil Sergai dan Medan belum melakukannya,” pungkasnya.

Penulis: David Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here