
Tanah Bumbu, PONTAS.ID – Kecelakaan kerja di area tambang batubara manual di Desa Mentawakan Mulia, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, masih meninggalkan duka. Hingga hari terakhir batas pencarian, Sabtu (30/1/2021) belum semua korban ditemukan.
”Yang tersisa satu orang dan dua hari pencarian di terowongan sejak Jumat dan Sabtu, belum ada hasilnya,” kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan pada BPBD Tanah Bumbu, Abdul Rahim, Sabtu (30/1/2021) sore.
Dari 22 korban hingga hari ketujuh pencarian, 12 orang selamat. Mereka berhasil menghindari maut, berkat perjuangan berat untuk keluar dari terowongan galian batubara manual ini.
“Sementara 9 pekerja lainnya, tidak selamat karena sudah berhari-hari terjebak,” lanjutnya.
Sedangkan 1 korban bernama Misgiyo (53), warga setempat, belum ditemukan dari 22 orang jumlah keseluruhan.
Bahkan, sudah dua hari belakangan ini, tim evakuasi gabungan dari Basarnas, Kodim 1022/TNB, Polres Tanbu, Brimob, BPBD Tanbu, Tim Rescue Jhonlin dan masyarakat juga masih nihil.
Rahim mengakui, lumpur di dalam terowongan cukup tebal dan banyak lorong sehingga menyulitkan pencarian. Namun, tim masih melakukan pencarian.
”Lorong yang kemarin sudah kami cari, tapi belum ada hasil. Besok (Minggu) tinggal lorong yang satu lagi,” pungkasnya.
Sebelumnya Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi 9 pekerja tambang dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan. 8 korban ditemukan Rabu (27/1/2021), dan satu lagi Kamis (28/1/2021).
Sedangkan 12 korban selamat berhasil keluar dari terowongan setelah sempat terperangkap usai area tambang longsor, Minggu (24/1/2021) pukul 14.30 WITA. 5 orang selamat beberapa jam setelah longsor. Sementara 7 lainnya berhasil keluar dari lorong 12 jam kemudian.
Penulis Zainal Hakim
Editor: Ahmad Rahmansyah



























