Jakarta, PONTAS.ID – Proyek pembangunan saluran air menggunakan U-Ditch (saluran air dari beton berbentuk U), di Jln. Pelita, Kemang Selatan VIII, Jakarta Selatan mendapat sorotan masyarakat. Pasalnya, sisi atas U-Ditch yang dipasang itu lebih tinggi dari permukaan jalan.
“Bagaimana air mengalir ke saluran kalau permukaan jalan lebih tinggi. Di saat seperti ini masih ada yang nekat bermain-main dengan proyek yang ditujukan buat rakyat. Kita minta Gubernur Anies Baswedan segera mencopot anak buahnya yang bekerja sembarangan,” kata pengamat konstruksi, Robert Simanjuntak, saat dihubungi PONTAS.id, Kamis (19/11/2020) sore.
Menurutnya, dalam melakukan pekerjaan saluran yang ditujukan untuk mencegah banjir, seharusnya direncanakan dengan metang. Kemudian, pada saat pelaksanaan diawasi oleh ahli-ahli di bidang konstruksi terkait Sumber Daya Air.
“Jangan-jangan ini semua akal-akal dari mulai perencanaan hingga pelaksanaan. Sangat tidak masuk akal saluran air lebih tinggi dari permukaan jalan. Ini sama saja, anak buah membohongi atasannya,” pungkasnya.
Sebelumnya, dari hasil pemantauan PONTAS.id, pada Kamis siang tadi, tidak terlihat adanya plang proyek sebagai indikator transparansi pengelolaan anggaran.
Bahkan, para pekerja yang ditanyai, menolak menjawab dan mengaku tidak tahu dengan perusahaan yang mengerjakan proyek itu.
Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air, Jakarta Selatan, Mustajab, belum memberikan tanggapan. “Bapak sedang tidak ada. Kalau mau ketemu tidak bisa langsung, harus menulis surat dulu,” kata staf Sudin SDA Jakarta Selatan bernama Imron.
PONTAS.id masih terus berupaya meminta tanggapan dari Kasudin SDA Jakarta Selatan.
Penulis: Yos Casa Nova F
Editor: Rahmat Mauliady



























