Jakarta, PONTAS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk tidak asal mengklaim bahwa pembersihan Kali Item di Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus) diambil alih oleh mereka.
Anies menjelaskan, Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sebenarnya sudah bekerja sama untuk membersihkan Kali Item. Kerja sama tersebut dilakukan agar Indonesia tidak tercoreng saat Asian Games 2018, karena bau tidak sedap dari Kali Item.
“Karena itu mari kita teruskan kerja sama di lapangan. Kalau mau terus-menerus meramaikan di dalam debat publik, saling klaim, tak akan selesai,” kata Anies saat ditemui oleh wartawan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (27/7/2018).
Dia menambahkan, bahwa para petugas dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI dan Kementerian PUPR pada saat ini tengah fokus bekerja membersihkan Kali Item. Sehingga jangan ada pihak-pihak yang mengganggu proses pembersihan Kali Item, dengan cara saling klaim.
“Karena itu janganlah mengganggu mereka yang saat ini sedang bekerja, dengan pernyataan-pernyataan dari staf khusus yang tidak bekerja di lapangan, yang tidak bekerja membereskan masalah, tapi malah justru memperumit opini,” ujarnya.
Untuk saat ini, lanjut pria yang merupakan Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini, semua pihak sebaiknya fokus untuk membuat Indonesia lebih baik di dalam menyelenggarakan Asian Games pada tanggal 18 Agustus sampai 2 September 2018 nanti.
“Kami sedang bekerja untuk membuat Indonesia lebih baik. Kami fokuskan pada semua langkah-langkah yang memungkinkan untuk bisa membuat salah satu tempat yang menjadi fokus pelaksanaan Asian Games menjadi tempat yang baik,” tutur dia.
Sebelumnya, Staf Khusus Kementerian PUPR Bidang Sumber Daya Air, Firdaus Ali memang mengatakan bahwa proses pembersihan Kali Sentiong atau yang kerap disebut Kali Item, yang berada di sekitar Wisma Atlet Kemayoran, diambil alih oleh pihaknya.
Hal tersebut disampaikan oleh Firdaus saat ditemui oleh wartawan usai sebuah acara diskusi di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (27/7/2018). Menurut dia, pengambilalihan itu tidak melompati kewenangan Pemprov DKI Jakarta, karena memiliki dasar hukum.
“Kali Item di bawah Pemprov DKI. Tapi kemudian kami ambil alih karena tidak ada kemajuan. Pengambilalihan itu tentu saja ada dasar hukumnya karena Jakarta ini kan Ibukota Negara Indonesia, sehingga memiliki kekhususan dalam penanganannya,” terangnya.
Dia pun menegaskan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa berterima kasih kemudian setelah pembersihan Kali Item selesai. Menurutnya saat ini jika pemerintah daerah lamban, maka pemerintah pusat tidak segan mengambil alih kewenangan pemda.
“Saya rasa dia tidak punya hak marah karena kewenangannya kami ambil. Justru seharusnya (Pemprov DKI) berterima kasih. Silakan saja kalau dia mau klaim ‘oh hanya di jaman pemerintahan saya lho Kali Item bersih’. Silahkan,” tandasnya.
Editor: Risman Septian



























