Pemkab Tanahbumbu, PONTAS.ID – Mahriana, relawan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tanahbumbu nomor urut 3 yakni Zairullah Azhar-M. Rusli (ZR) nekat menginterupsi kampanye dari pasangan calon lainnya. Peristiwa ini berlangsung di Desa Saring Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan.
“Dusta, dusta, dusta!” kata perempuan ini membantah pernytaaan juru kampanye saingan ZR, di Desa Saring, Kusan Hilir, Sabtu (14/11/2020).
Usai melontarkan protesnya, Mahriana, mengaku sudah dua kali mengikuti kampanye di desanya oleh pasangan lain dari dua juru kampanye yang berbeda.
Kampanye pertama, Mahriana mengaku hanya bisa diam saja saat mendengarkan, namun untuk kali kedua, dia sudah tidak tahan lagi dan langsung membantah berita yang menurutnya bohong.
“Saya tidak tahan lagi, makanya saya langsung bantah disitu, karena sang juru kampanye itu terus menerus melemparkan berita bohong kepada warga, makanya saya langsung bantah saat itu juga,” kata Mahriana.
Menurut dia, adapun kebohongan yang disampaikan juru kampanye pesaing paslon ZR di antaranya, bila Zairullah jadi Bupati, maka hanya akan menjadi jadi orang-orangan sawah aja. Kemudian, Zairullah juga akan dozer mendozer tanah dan rumah warga jika terpilih.
“Saya tidak tega beliau dikatakan seperti itu. Banyak fitnahan kubu dari paslon itu,” katanya sambil meneteskan air mata.
Aksi Mahriana ini pun diapresiasi Paijan atau kerap disapa Pakle Jan. Tokoh dan pengusaha ternama di Tanbu ini, mengapresiasi keberanian perempuan itu.
“Isu hanya akan menjabat satu tahun, dua tahun atau tiga tahun saja, saya tegaskan itu tidak akan terjadi. Begitu juga dozer mendozer, itu tidak benar,” kata dia.
“Pihak lain terus melontarkan berita bohong untuk menjatuhkan Zairullah. Saya hadir disini untuk meluruskan itu, dan berita itu semuanya hoaks, mari kita tangkal!” tegasnya.
Begitu juga Zairullah Azhar, membantah tegas isu miring yang diarahkan pada dirinya dan pasangannya.
“Itu bohong besar, masa mau jadi pemimpin kerjaannya bikin berita bohong saja, dusta. Bisa hancur Tanahbumbu kalau sampai dipimpin oleh orang pendusta,” katanya.
Penulis: M. Apriani
Editor: Pahala Simanjuntak



























