Jakarta, PONTAS.ID – PT Pembangunan Jaya Ancol membuat catatan khusus merespon tuntutan Solidaritas Priok Bersatu (SPB) yang berunjuk rasa di pintu masuk Taman Impian Jaya Ancol, pada Senin (24/2/2020).
“Kami akan membuat catatan khusus terkait tuntutan yang telah disampaikan rekan-rekan dari Solidaritas Priok Bersatu,” ujar Direktur Pembangunan Jaya Ancol, Hari Sundjojo,” saat acara mediasi SPB dengan pihak Ancol yang difasilitasi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara. di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Senin (24/2/2020).
Sementara tuntutan terkait Corporate Sosial Responcibilty (CSR) kata Hari Sundjojo, PT Pembangunan Jaya Ancol telah dilaksanakan melalui pembangunan Sekolah Rakyat Ancol (SRA) yang telah berdiri sejak 17 tahun lalu.
“Sekolah tersebut bertujuan bagi anak-anak yang kurang mampu kemudian melalui seleksi nantinya para siswa didik tersebut dipekerjakan oleh PT Pembangunan Jaya Ancol,” bebernya.
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Aksi, Cepi Budianto mengungkapak mediasi yang dilakukan bersama oleh Pemkot Jakarta Utara serta PT Ancol bersama tidak menghasilkan kesepakatan. “Dalam pertemuan ini tidak menghasilkan apa-apa, tidak ada kesepakatan bersama,” tegasnya.
Meski demikian, Cepi menambahkan, pihaknya bersama PT Ancol akan kembali bertemua dua minggu mendatang.
“Rencananya awal bulan akan dilakukan pertemuan kembali dan nanti Pemkot Jakarta Utara yang akan mengundang perwakilan aksi serta pihak Ancol,” tandasnya.
Sebelumnya, masa Solidaritas Priok Bersatu menggelar aksi damai di pintu masuk bagian barat Taman Impian Jaya Ancol, masa menyampaikan enam tuntutan di anataranya, mengembalikan pantai publik kepada masyarakat, 50 persen karyawan ancol harus dari masyarakat Jakarta Utara, tidak ada lagi PHK sepihak terhadap karyawan tanpa didasari aturan yang jelas.
Penulis: Edi Prayitno/Suwarto
Editor: Pahala Simanjuntak



























