Kemenkeu Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Lelang Bodong

Jakarta, PONTAS.ID – Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap upaya penipuan lelang fiktif yang mengatasnamakan mereka dan/atau Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Sekarang ini, banyak modus yang melakukan penipuan,” ujar Direktur Lelang DJKN Lukman Effendi di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, tahun ini, penipuan lelang fiktif telah memakan korban. Pada Juli lalu, Bareskrim Mabes Polri menangkap enam pelaku penipuan lelang fiktif yang mengatasnamakan DJKN dan/atau KPKNL.

Korbannya mencapai 28 orang. DJKN telah mengidentifikasi ciri-ciri dan modus yang digunakan pelaku penipuan lelang. Modus tersebut antara lain aktif menghubungi korban, mengaku dari KPKNL atau instansi lain, menawarkan harga murah yang tak wajar, dan meminta uang muka (down payment) yang ditransfer ke rekening pribadi.

Selain itu, pelaku juga menjanjikan menang lelang kepada korban, mendesak segera mentransfer uang dengan besaran tertentu, dan menggunakan akun media sosial palsu untuk menawarkan barang.

Padahal, Lukman menegaskan pelaksanaan lelang dilakukan melalui situs web resmi lelang.go.id, tidak ada yang melalui telepon, media sosial, pesan singkat atau aplikasi lain.

“Kalau ingin melakukan pengecekan lelang gampang tinggal klik portal lelang.go.id. Ada atau tidak? Kalau tidak ada berarti penipuan,” jelasnya.

Harga lelang terbentuk dari penawaran tertinggi yang disampaikan peserta lelang, tidak disepakati sejak awal. Artinya, tidak ada satu pun pejabat atau pegawai DJKN dapat menjamin kemenangan.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Hendrik JS

Previous articleCKTRP Tak Gubris Laporan, Pengamat: Tabrak UU Lingkungan Hidup
Next articleSalurkan Bantuan Beras di Asahan, Sekda: Laksanakan 6T