Unjuk Gigi, Camat Koja Hidangkan Kuliner dari 34 Provinsi

Jakarta, PONTAS ID – Berbagai macam kuliner Nusantara dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia memeriahkan rangkaian kegiatan HUT RI Ke 74 di RW 07 Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Diambilnya konsep kuliner Nusantara ini sekaligus melambangkan miniatur kebhinekaan Indonesia. “Kita ketahui semua suku, ras, dan agama di wilayah kami ini ada. Kami adakan acara ini sebagai wujud Bhineka Tunggal Ika. Menunjukkan bahwa kemajemukan ini menjadi nilai positif bagi masyarakat,” terang Ketua RW 07 Suaib, saat ditemui di Jalan Perjuangan Raya, Kelurahan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, Minggu (18/8/2019) malam.

Menurut Suaib, guna menambah kedekatan warga, kuliner yang disajikan di stand dimasak oleh warga yang berbeda suku atau provinsi. “Kuliner ini dimasak bukan sama warga asal provinsi tersebut. Jadi misalnya makanan asal Jawa Barat tidak masak kuliner asalnya, tapi masak kuliner asal provinsi lain. Jadi terjalin interaksi antar warga di sana untuk menanyakan proses memasaknya,” imbuhnya.

Tak sekadar kuliner, para penjaga stand kuliner pun dilengkapi dengan kostum asal provinsinya. Bahkan, setiap stand dihias ornamen kebudayaan lengkap dengan kegiatan seni. Salah satunya gamelan asal Jawa Tengah.

“Kami sangat berharap bahwa acara ini kemudian bisa menjadi satu kegiatan yang mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia, betapa pentingnya kebersamaan yang kita bangun, betapa indahnya perbedaan yang ada, sehingga perbedaan itu tidak menjadi suatu hal yang harus kita pertimbangkan atau jadikan satu permasalahan tapi kita jadikan suatu keindahan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Camat Koja Ade Himawan mengatakan, kesuksesan warga dalam menghadirkan kuliner Nusantara ini dapat disandingkan dengan Program Kewirausahaan Terpadu (PKT) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Apalagi rasa setiap kuliner dinilainya memiliki kualitas tinggi sebagai modal peluang usaha.

“Ini bisa dikembangkan. Kita kan ada program PKT juga itu berkolaborasi. Kita kembangkan dan kita arahkan supaya warga juga dapat memberikan kontribusi dalam melakukan jual-beli untuk peningkatan kesejahteraan keluarganya,” katanya.

Ade menjelaskan, acara ini pun dapat dijadikan sebagai role model (percontohan) kebhinekaan Indonesia. Walaupun berbeda-beda suku, ras, dan agama namun keguyuban sangat terasa kental. Warga saling sapa ditengah perbedaan yang ada.

“Acara ini sangat luar biasa. Menjadi role model bagi wilayah lain. Tujuannya bukan untuk berfoya-foya, tapi untuk menyatukan masyarakat,” jelasnya.

Salah satu peserta kuliner nusantara Helen Hutasoit menyebut, timnya menyediakan kuliner khas Mie Aceh. Tujuh kilogram mie yang disajikan pun ludes dalam waktu satu jam.

“Ini mie Aceh kami sendiri yang buat. Dibuat langsung sore tadi dan disajikan malam ini,” ungkapnya.

Sementara peserta lainnya Dece Warikar menerangkan, timnya menyajikan kuliner khas Papua antara lain Papeda, Ikan Kuah, Ikan Bakar Cakalang, Daun Singkong Kembang Pepaya, serta rebusan singkong dan ubi.

“Saya pikir acara ini bagus ya untuk memperkenalkan kuliner kami aaal Papua. Masih jarang di Jakarta ada makanan seperti ini,” tandasnya.

Penulis: Edi Prayitno
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here