Kembangkan 4 Wisata, Pemerintah Incar Devisa US$4 Miliar

(dok.Kemenpar)

Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah mengincar pendapatan devisa US$4,5 miliar dari hasil pengembangan empat destinasi wisata prioritas pada 2025 mendatang. Empat destinasi prioritas itu, yaitu Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, dan Mandalika.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan proyeksi devisa tersebut berasal dari perhitungan potensi jumlah wisatawan mancengara (wisman) yang diharapkan masuk sebanyak 4,5 juta orang dan belanja US$1.000 per orang.

Proyeksinya, Danau Toba akan dikunjungi oleh satu juta wisman, B Borobudur 2 juta wisman, Mandalika 1 juta wisman, dan Labuan Bajo 500 ribu wisman.

Maka totalnya US$4,5 miliar, tapi mungkin baru tercapai lima tahun lagi, ya 2025,” ucap Arief di Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

Menurutnya, proyeksi sumbangan devisa itu baru bisa didapat pada 2025 lantaran pemerintah masih mengejar berbagai pengembangan infrastruktur fasilitas di empat destinasi wisata prioritas itu. Targetnya, pembangunan infrastruktur baru selesai pada 2020.

Hasilnya dalam lima tahun itu cepat sekali sebenarnya, kami bangun Nusa Dua saja itu 30 tahun. Ini baru lima tahun sudah selesai. Hotel kami sudah siap, wisman sudah mulai datang,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menginstruksikan para pembantunya agar bisa mempercepat pembangunan infrastruktur di empat destinasi wisata prioritas demi mendatangkan devisa bagi negara. Sejumlah infrastruktur pendukung yang perlu dikejar, yaitu bandara, pelabuhan, hingga jalan menuju lokasi wisata.

Saya sudah sampaikan pada menteri tahun depan harus diselesaikan. Karena memang ada peluang besar bagi kita untuk menarik wisatawan dari mancanegara yang diharapkan menghasilkan devisa sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Risman Septian

Previous articleKomisi I: Revisi UU ITE Tak Masuk Prolegnas
Next articleSejak Pertengahan Juli, Gempa Vulkanik di Bromo Meningkat