DPD Minta Kemenparekaf Tingkatkan Pendapatan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Rapat Komite III DPD dengan Kemenparekraf
Rapat Komite III DPD dengan Kemenparekraf

Jakarta, PONTAS.ID – DPD meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mengkoordinasikan dengan Kementerian/Lembaga terkait dengan pendapatan yang diperoleh dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam rangka mewujudkan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah.

Ketua Komite III DPD RI, Bambang Sutrisno menyebutkan Komite III akan turut mendorong Pemerintah Daerah untuk mendukung kebijakan Kemenparekraf secara proporsional.

“DPD sebagai lembaga perwakilan daerah akan mendukung seluruh progam kementerian yang memihak kepada masyarakat dan daerah,” kata Bambang di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Disisi lain, Wakil Ketua Komite III DPD, Sultan B Najamudin yang turut hadir menyampaikan, pihaknya dapat melakukan pengawasan terhadap program kerja Kemenparekraf. Pengawasan DPD terhadap program kerja Kementerian selama ini rutin dilakukan oleh Alat Kelengkapan DPD melalui Rapat Kerja, Rapat Dengar Pendapat, Kunjungan Kerja Pengawasan.

“Kalau diskusi dengan DPD lebih hidup, posisi anggota DPD legitimasi masing-masing provinsi non partai” terangnya.

Anggota DPD RI dari Provinsi Bali, Anak Agung Gde Agung mengusulkan agar sumber daya yang dikembalikan ke daerah bukan hanya sumber daya alam, tetapi juga sumber daya lainnya.

“Kalau Bapak Menteri bisa memperjuangkan agar perimbangan keuangan pusat dan daerah lebih adil, maka daerah akan lebih semangat, karena pariwisata termasuk sumber daya lainnya”, ujarnya.’

Senada dengan hal tersebut, Anggota DPD RI asal Bengkulu, Ahmad Kanedi menyarankan perlunya strategi pariwisata nasional.

“Perlu membuat grand strategy bagaimana orang Indonesia berwisata, sekarang ada virus corona di luar negeri, ya kita sesama orang Indonesia saja meningkatkan pariwisata dengan keliling Indonesia” , sarannya.

Menparekraf, Wishnutama Kusubandio sepakat agar sektor pariwisata lebih dihargai dalam perimbangan keuangan pusat dan daerah.

”Sumber Daya Alam itu sudah pemberian dari Tuhan, sedangkan pariwisata itu diusahakan manusia untuk menghasilkan pendapatan jadi harus diapresiasi” ungkapnya.

Selain itu, Menparekraf mengatakan akan melakukan berbagai cara dalam rangka meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata.

“Kita akan tingkatkan premium tourism, supaya lebih banyak spending-nya dibandingkan jumlah turisnya. Kita juga akan bicara dengan airlines internasional untuk alihkan rutenya ke Indonesia bukan ke Cina. Event-event batal di Cina bisa dipindah ke Indonesia, dan pemberian diskon harga tiket untuk wisatawan nusantara. Kita juga usul ke Bapak Presiden untuk menambah hari libur supaya orang bisa liburan ke tempat wisata”, jelasnya.

Wishnutama juga menekankan pentingnya aspek keselamatan dan keamanan, khususnya masalah keamanan bepergian yang dikeluarkan oleh Australia Travel Advice dan USA Travel Advisory.

“Yang lucunya, sekarang ada wabah corona, tetapi travel advice Cina warna hijau, Indonesia warna kuning. Jika Indonesia statusnya warna hijau, bisa dianggap Indonesia kondisinya nyaman dan aman, wisman bisa naik 20-30% apalagi dibangun infrastruktur”, ungkapnya.

Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo mengatakan, saat ini Kemenparekraf sedang menyusun Rencana Induk Pariwisata Nasional Terpadu (RIPANDU) bagi seluruh stakeholders kepariwisataan nasional.

“RIPANDU adalah master plan besar untuk Indonesia. Bisa diimplementasikan secara bertahap dan implementatif”, paparnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Riana

Previous articleTolak Kepulangan Anggota ISIS, Boedi Djarot: Kami Hadang!
Next articleBantah Anti Anies, PSI: Kami Kritik Kebijakannya