Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Komisi C, DPRD DKI Jakarta, dari Fraksi PSI, Anthony Winza Probowo membantah disebut sebagai parpol yang anti dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Bantahan ini disampaikan Anthony usai acara Reses di balai Warga RW.05 Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara (11/02).
“Kita (PSI) itu bukan anti Anies, Kita juga bingung untungnya apa benci Anies? Sama sekali ga ada untungnya kok benci sama Anies, coba kasih tau saya untungnya apa PSI membenci Pak Anies? Tidak ada untungnya sama sekali. Yang kita kritik itu bukan pak Aniesnya tapi murni kebijakannya. Cuman kalau terkesannya pak Anies doang nih yang tersorot, tentunya yang nyorot media. Ya mungkin isunya terjadi di Ibukota jadi cukup sentral dan dianggap penting.” kata Anthony menjawab PONTAS.id di lokasi reses.
Itu sebabnya, kata dia, anggota DPRD di luar DKI Jakarta juga rajin dan kritis menyoroti hal yang sama di daerah masing-masing.
“Cuman kalau itu tidak terangkat di media dan tidak heboh itu di luar kontrol kita untuk bikin heboh atau engganya. Nah kalau (PSI) terkesan seperti itu (anti Anies) kita juga ga tau kenapa,” imbuhnya.
Anthony menegaskan, menyoroti kinerja Gubenur merupakan salah satu tugas pengawasan yang diemban anggota DPRD. Untuk itu, Anthony berharap, ke depan Pemerintah Provinsi DKI jakarta melakukan proses penganggaran dengan lebih terbuka.
“Saya pinginnya dari beliau terbuka, maka semua jadi lebih mudah dan masyarakat jadi bisa mengkritik. Jangan takut dikritik karena kita harus transparan. Kita paham menjadi tua itu otomatis tapi menjadi dewasa dalam berpikir itukan pilihan, sehingga kami bisa membedakan kok kritisi orangnya atau kebijakannya, karena sama sekali tidak ada gunanya jika hanya membenci orangnya” bebernya.
Dia mencontohkan, terkait gelaran Formula E yang menurutnya bukan hal yang prioritas saat ini, terlebih tidak jelasnya keuntungan gelaran tersebut terhadap masyarakat umum. Selain itu, proyeksi pendapatan di 2020 sempat dikoreksi, sehingga banyak anggaran harus diefisiensikan, namun kenapa anggaran Formula E ini tidak terefisiensikan alias dipotong. Nah menurutnya, semoga Pemprov DKI bisa lebih memprioritaskan pendapatan yang dipotong kurang lebih Rp.10 triliun.
“Kita harapkan Pemprov DKI bisa lebih memprioritaskan anggaran untuk kepentingan umum, misalnya untuk menambah anggaran penanggulangan banjir, membangun waduk, sodetan dan sebagainya buktinya hujan sebentar saja langsung banjir, oleh karena itu perlu fokus dulu penggunaan anggaran untuk yang lebih prioritas lah. Dibandingkan triliunan habis untuk balapan mobil yang dinikmati oleh penonton kalangan yang premium ini,” pungkasnya.
Kembali ke acara reses, sebelumnya Anthony kepada warga menyampaikan acara tersebut merupakan saat yang penting yang sejatinya menjadi telinga untuk mendengar dan kesempatan untuk masyarakat menyampaikan berbagai macam aspirasi.
Dalam kesempatan itu, Eko, salah seorang tokoh masyarakat RW.05, meminta DPRD DKI Jakarta segera mencari solusi terhadap bencana banjir yang kerap terjadi di wilayah kecamatan Cilincing meski telah dibangun rumah pompa Bulak Cabe oleh Pemprov DKI jakarta.
“Banjir karena kesalahan teknis itu tidak kami terima. Cilincing sebenarnya posisinya tinggi, tapi malah pompa menjadi penghambat. Tolong dicarikan solusi yang pasti untuk masalah ini,” ujar Eko.
Penulis : Stevanny
Editor : Pahala Simanjuntak




























