Pesta Njuah-Njuah, Menpar: Pesona Batak Tak Terbantahkan

Dairi, PONTAS.ID – Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya berpendapat bahwa kekayaan budaya Batak sudah tak terbantahkan. Budayanya selalu mampu menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang. Dan itu semakin melengkapi pesona alamnya yang sudah sangat luar biasa.

Hal tersebut disampaikan oleh Arief menanggapi diselenggarakannya Pesta Budaya Njuah-Njuah, di Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara (Sumut) dari tanggal 24-29 September 2018. Menurutnya, Batak itu bukan hanya budayanya saja yang keren, akan tetapi alamnya pun indah.

“Soal pesona, Danau Toba itu tak terbantahkan. Baik itu budaya maupun alamnya. Dan itu semua didukung dengan aksebilitas dan amenitas yang makin mumpuni. Silakan buktikan sendiri. Anda pastinya tidak akan menyesal,” kata Arief dalam siaran pers Kemenpar, Rabu (29/8/2018).

Terkait dengan gelaran Pesta Budaya Njuah-Njuah, Leonardus Sihotang selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi, menjelaskan bahwa event tersebut merupakan kegiatan tahunan yang mampu menyedot animo wisatawan, baik mancanegara atau lokal.

Pasalnya, dalam pesta budaya yang melibatkan Forkopimda, OPD, tokoh masyarakat, komunitas, lintas etnis, dan masyarakat Kabupaten Dairi ini, seluruh pesona dari Tanah Batak akan tersaji lengkap di event ini. Hal itu tercermin dari tema yang diusung, yaitu ‘Tribe and Nature’.

“Tema ‘Tribe and Nature’ sengaja disinkronkan dengan tema Festival Danau Toba (FDT) yang akan digelar 5 sampai 8 Desember 2018, di Silahisabungan. Dalam FDT, Pemkab Dairi menjadi tuan rumah. Dan sebagian penampilan pesta ini, akan diadopsi ke FDT. Jadi, pesta ini merupakan gladi bagi FDT,” ujar Leonardus.

Persiapan matang pun dilakukan untuk memeriahkan Pesta Budaya Njuah-Njuah Tahun 2018. Termasuk menjalin kerjasama dari berbagai pihak. Selain itu event ini nantinya akan mengundang Pemkab Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, Pemprov Sumut, dan Kemenpar RI. Event ini direncanakan akan dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara pada 24 September 2018, berlokasi di Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang.

Keseruan rangkaian acara akan diawali dengan parade kirab budaya. Parade ini akan melibatkan OPD, sekolah, komunitas, dan masyarakat. Parade akan dimulai di jalan Sisingamangaraja Sidikalang persis di depan Kantor Bupati Dairi menuju Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang.

“Pesta akan diisi dengan berbagai kegiatan lomba. Seperti fashion show, fashion carnival, festival band, permainan tradisional (margalah, marjalengkat, gasing), mewarnai gerga (ornamens) memasak masakan khas Pakpak, serta pada malam seni budaya Pakpak. Pengunjung akan dihibur dengan sendra tari Pertaki-3 binaan Disparbud Dairi. Ada juga pagelaran dari berbagai komunitas atau sekolah di komplek Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang,” terangnya.

Acara penutupan pun dijamin makin meriah dan padat. Rencananya, penutupan dilakukan di Stadion Utama Panji pada 29 September 2018. Rangkaiannya ini diawali dengan parade dengan membawa ‘luah’ atau hasil bumi dari seluruh masyarakat se-Kabupaten Dairi. Hal ini merupakan ungkapan Rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atau raja.

“Ada juga paparan budaya Pakpak dan acara sendihi yang merupakan salah satu cerminan kekayaan budaya Pakpak,” tutur dia.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, menyebut Pesta Budaya Njuah-Njuah sebagai event yang luar biasa. Sebuah event yang akan menggali, melestarikan, mengembangkan serta mempromosikan seni budaya Pakpak.

“Sehingga jati diri Kabupaten Dairi dapat terangkat melalui seni dan budaya. Sekaligus aset daerah memperkaya kebudayaan nasional yang diharapkan mampu menarik kunjungan wisnus dan wisman serta meningkatkan pendapatan masyarakat Dairi,” ungkap Arie.

Editor: Risman Septian

Previous articleTNI Bentuk Kogasgabpad Bantu Rehabilitasi Gempa Lombok
Next articleDPRD DKI Pertanyakan PMD 11 Triliun untuk BUMD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here