Jakarta, PONTAS.ID – Pengaturan irigasi di Jawa Barat akan ditingkatkan pada musim kemarau kali ini. Cara tersebut dilakukan agar pembagian air terjadi secara merata di seluruh lahan pertanian.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola bendungan dan bupati/wali kota di wilayahnya dalam mengatasi kekeringan dampak musim kemarau ini. Hasilnya, sejumlah langkah telah dilakukan untuk menekan dampak yang diakibatkan fenomena alam tersebut.
Pertama, menurutnya setiap lahan pertanian akan mendapat pasokan air secara bergilir dari irigasi terdekat. “Menggilir, hitungannya harian. Sehari di kelompok tani ini, sehari di situ,” kata Emil di Bandung, Rabu (17/7/2019).
Selain itu, Emil memastikan pemerintah daerah di bawahnya akan memasok air untuk meminimalisasi dampak musim kemarau. Cara ini diperlukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan memeroleh air bersih.
“Kedua, PDAM sudah bergerak untuk membuat truk-truk air, untuk menyuplai air bersih,” katanya.
Ketiga, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk merekayasa cuaca jika musim kemarau berkepanjangan.
“Ketiga, kita mengkaji dengan BMKG untuk rekayasa cuaca. Jadi ini sedang kita kerjakan. Jadi tiba-tiba langsung ke status itu bukan tidak mungkin, tapi sedang ikhtiar dulu,” katanya.
Penulis: Stevany
editor: Idul HM




























