
Cirebon, PONTAS.ID – Banjir menerjang sebanyak 20 ribu an rumah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akibat intensitas curah hujan yang tinggi dan meluapnya dua sungai Cisanggarung dan Cijangkelok.
Delapan kecamatan di Kabupaten Cirebon terdampak akibat luapan sungai tersebut. Kedelapan kecamatan itu, yakni Losari, Ciledug, Pasaleman, Pabuaran, Pabedilan, Waled, Pangenan, dan Gebang.
Bencana ini pun menjadi keprihatinan bagi pelajar SMA Cirebon yang tergabung dalam kelompok band “PASUNDANSKA.”
Para anggota group secara spontan mencari dana demi meringankan derita warga Cirebon Timur yang tengah berduka akibat bencana alam tersebut.
Salah satu cara yang dilakukan anak muda kreatif ini dengan menampilkan “Tari Topeng Kelana” memanfaatkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jl. Siliwangi, Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (25/2/2018) kemarin.
“Banjir yang terjadi di Cirebon Timur merupakan derita kita bersama. Untuk itu kami dari ‘PasundanSKA’ mencoba dengan berbagai cara untuk dapat meringankan saudara-saudara kita yang mengalami bencana,” jelas koordinator pencarian dana PasundanSKA, Muhammad Ichsan Baehaqy, menjawab pertanyaan PONTAS.id, di acara CFD Kota Cirebon, Minggu (25/2/2018) pagi.

Anak muda kreatif yang akrab disapa Ichsan ini mengaku, apa yang mereka lakukan merupakan aksi spontan dari seluruh anggota. Ajakan aksi ini pun muncul tak lama setelah banjir menerjang wilayah Cirebon Timur tersebut.
“Kami lakukan secara spontan atas permintaan anggota dan rekan-rekan lainnya yang prihatin dengan kejadian bencana alam tersebut. Dan komitmen kami, semangat ini akan kami tingkatkan serta teruskan kepada adik-adik kami pecinta seni. Karena bagaimanapun seni itu tidak bisa lepas dari rasa kemanusian,” pungkasnya. (Phs)
Editor: Hendrik JS



























