
Jakarta, PONTAS.ID – Tumpukan sampah dikolong Tol Wiyoto Wiyono, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok menggunung. Akibatnya, kenyamanan warga warga yang tinggal di sekitarnya terganggu.
Selain sampah berserakan di jalan, bau menyengat yang dihasilkan dari gunung sampah tersebut dikeluhkan warga.
“Jalan yang seharusnya digunakan sebagai fasilitas umum, saat ini sudah susah dilintasi warga sekitar lantaran banyak sampah yang berserakan hingga ke jalan,” keluh salah seorang tokoh pemuda Kelurahan Sungai Bambu, Ahmad Rudy, kepada PONTAS.id di sekitar Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (9/7/2019).
Ahmad mengatakan, membludaknya sampah dikolong tol tersebut lantaran selama seminggu ini sampah dari wilayah Warakas dan Kebon Bawang di buang kelokasi itu.
“Sekarang ini yang menjadi pertanyaan adalah, apakah lokasi ini adalah tempat pembuangan sampah (TPS) atau bukan? Karena setahu saya pembuangan sampah tidak boleh berdampingan dengan pemukiman masyarakat,” kata Ahmad keheranan.
Menurutnya, masyarakat tak keberatan dengan keberadaan TPS bawah kolong tol itu asalkan pengangkutan sampah oleh Sudin Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara dapat dilakukan secara rutin, sehingga sampah tidak berserakan dan menimbulkan bau.
Sementara itu, Lurah Sungai Bambu, Sumarno membenarkan lokasi tersebut merupakan TPS sementara yang menampung sampah dari wilayah Sungai Bambu, Warakas, Kebon Bawang dan sebagian Papanggo. “Namun karena pengangkutannya sedikit lamban akhirnya bertumpuk, dan pihak Sudin LH sdh mengetahui,” terangnya.
Menurut Sumarno, sebelumnya warga maupun PT. Citra Marga Nusantara Persada (CMNP) merasa keberatan dengan adanya lokasi TPS tersebut karena bau yang menyengat dan berpotensi merusak struktur tiang tol.
Penulis: Suwarto/Edi Prayitno
Editor: Pahala Simanjuntak


























