Gunungan Sampah di LPS Moa, DKI Terjunkan 43 Truk

Jakarta, PONTAS.ID – Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara menerjunkan sebanyak 43 mobil truk sampah guna mengangkut sampah di LPS Jalan Moa, Kelurahan Penjagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (22/9/2019).

Dalam jangka sehari sampah yang sebelumnya menggunung dan dikeluhkan warga itu, saat ini telah tak ada lagi.

“Targetnya hari ini menyelesaikan sampah yang ada di Dipo Jalan Moa ini, memang sempat menumpuk. Total kendaraan sejak kemarin hingga siang hari ini, Minggu (22/9/2019) sudah 43 armada,” terang Kasudin LH Jakarta Utara, Slamet Riyadi kepada wartawan di lokasi.

Slamet mengatakan, yang membuang sampah di LPS Dipo Moa tak hanya warga Kelurahan Penjagalan, namun sebagian warga Kapuk Muara dan Pasar Malam yang berada dipinggir Kali Kampung Gusti.

“Kalau sampah pasar teluk gong tidak buang disini karena sudah dilayani oleh PD Pasar jaya yang sudah ada konteiner khusus,” imbuhnya.

Hotel Nakal
Setelah melakukan pengangkatan sampah, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara juga berencana memasang Closed Circuit Television (CCTV) di LPS Jalan Moa untuk mengamati kegiatan pembuangan sampah.

Hal itu dilakukan lantaran Sudin LH Jakarta Utara mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya pembuangan sampah Hotel di LPS Jalan Moa

“Kami akan kirim pengawas Sudin LH ke Hotel yang terdekat karena saya dapat laporan sampah hotel juga dibuang di Dipo ini. Nanti kita minta laporan manifest hotelnya guna mengetahui pembuangan sampahnya. Hotel itu harus bayar retribusi ada yang diangkut oleh pihak ketiga atau yang sudah dapat izin pihak ketiganya,” kata Slamet.

Menurutnya, pendekatan pengelolaan sampah seyogyanya dilakukan melalui pendekatan berbasis 3R yakni, mengurangi (Reduce), menggunakan kembali (Reuse) dan mendaur ulang sampah (Recycle).

“Saya minta dukungan dari seluruh warga terutama warga di pejagalan ini mulai dari RT dan RW. Pengurangan sampah itu bisa lakukan pada sumbernya dirumah dengan prinsip 3R (Reuse, Reduce and Recycle) jadi bisa memakai lagi,” tambahnya lagi

Slamet mengimbau agar masyarakat menggunakan tas keranjang sendiri saat berbelanja di Minimarket maupun di Pasar.

“Ke Minimarket atau kepasar tidak usah minta kantong plastik lagi, lebih baik bawa tas keranjang sendiri dari rumah, itu udah sangat membantu mengurangi sampah yang signifikan kalau itu mau kita lakukan,” tandasnya.

Penulis: Edi Prayitno
Editor: Idul HM

Previous articleKorban Tabrak Lari, Agus Saputra Tewas di Tempat
Next articleSah! Tak Ada Hak KBN di Pelabuhan KCN Marunda