Jakarta, PONTAS.ID – BNI Syariah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan UIN Alauddin Makassar tentang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta penyediaan produk dan jasa layanan perbankan.
Penandatanganan dilakukan oleh SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi dan Rektor UIN Alauddin Makassar, Musafir Pababbari bertempat di Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar.
“Dengan adanya kesepakatan ini, BNI Syariah berupaya memberikan kemudahan bagi seluruh civitas UIN Alauddin Makassar melalui layanan perbankan syariah diantaranya produk dana, produk pembiayaan, aplikasi digital serta kegiatan literasi dan inklusi keuangan syariah,” kata Iwan dalam siaran pers BNI Syariah, Kamis (21/2/2019).
Dalam kerjasama ini, BNI Syariah memfasilitasi lebih dari 25 ribu civitas akademika UIN Alauddin Makassar dengan berbagai layanan seperti penerimaan pembayaran biaya pendidikan, payroll untuk dosen dan pegawai, cash management yang didukung teknologi dan jaringan yang terintegrasi dengan BNI Induk.
Cash management itu seperti Elektronik Banking (SMS Banking, Internet Banking dan Mobile Banking), Tapcash, VCN (Virtual Card Number), call centre BNI 1500046, ATM di lebih dari 16.000 ATM BNI, dan lebih dari 1.584 Kantor Cabang BNI yang melayani transaksi syariah (SCO).
Selain itu, BNI Syariah menyediakan produk perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah seperti tabungan BNI iB Hasanah, BNI Baitullah iB Hasanah, serta pembiayaan fleksi umrah untuk dosen dan karyawan bekerjasama dengan travel rekanan, pembiayaan rumah melalui produk BNI Griya iB Hasanah serta Wakaf Hasanah.
Sebagai Hasanah Banking Partner yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan dunia, BNI Syariah juga bekerjasama dengan UIN Alauddin Makassar memberikan beasiswa untuk mahasiswa/i Hafidz (penghafal) Qur’an.
Iwan mengatakan, bahwa universitas sebagai institusi pendidikan perlu didukung dalam membangun generasi muda yang merupakan aset bangsa dengan fasilitas yang menunjang, termasuk nyaman dalam transaksi keuangan, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik, prudent dan efektif.
Melalui edukasi dan literasi keuangan syariah, maupun inklusi terhadap produk dan layanan perbankan syariah, mahasiswa/i dapat mempersiapkan perencanaan keuangannya dengan baik dan tepat.
“Halal Ecosystem akan terus ditumbuhkan dari sektor pendidikan karena mahasiswa/i menjadi aset sumber daya manusia untuk menciptakan generasi penerus yang berakhlak dan bermartabat,” ujar Iwan.
Lebih lanjut Iwan mengungkapkan, bahwa berkat sinergi dengan berbagai pihak dalam membangun halal ecosystem, porsi dana pihak ketiga (DPK) BNI Syariah meningkat. Per Desember 2018 mencapai 35,5 triliun rupiah, dengan jumlah rekening atau NoA mencapai lebih dari 3 juta tumbuh sebesar 20,82 persen dari tahun sebelumnya sebesar 29,38 triliun rupiah.
Sebagai Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan, tambah Iwan, Makassar merupakan kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia timur, dan pada masa lalu pernah menjadi ibukota Negara Indonesia Timur dan Provinsi Sulawesi.
Dengan total penduduk Makassar yang mencapai hampir 1,5 juta jiwa dan dengan mayoritas pemeluk agama Islam, menjadi sumber daya dan potensi utama bagi pertumbuhan ekonomi syariah dan industri halal.
Dengan mempertimbangkan potensi daerah dan potensi ekonomi tersebut, maka BNI Syariah hadir untuk melayani kebutuhan perbankan syariah. Tercatat hingga saat ini BNI Syariah memiliki 12 outlet dan 61 Syariah Channeling Office (SCO) yaitu kantor Cabang BNI yang melayani transaksi syariah.
Editor: Risman Septian



























