Pemprov DKI akan Revitalisasi TIM dengan Anggaran Rp 1,8 Triliun

Jakarta, PONTAS.ID – Taman Ismail Marzuki (TIM) yang berada di Cikini, Jakarta Pusat (Jakpus) dalam waktu dekat rencananya akan segera direvitalisasi oleh pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dengan jumlah anggaran mencapai 1,8 triliun rupiah.

Direktur Proyek Revitalisasi TIM PT Jakpro, Luky Ismayanti menjelaskan bahwa rencananya proses revitalisasi TIM tersebut akan dibagi dalam tiga tahap.

Pertama, pembangunan akan yang dilaksanakan pada Juni dimulai dari area pintu masuk, Masjid Amir Hamzah, dan Gedung Perpustakaan.

Revitalisasi atas area pintu masuk dan Masjid Amir Hamzah tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2019. Sedangkan Gedung Perpustakaan ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2020.

Untuk revitalisasi tahap kedua, lanjut Luky, akan dimulai pada Januari 2020. Yakni menambahkan Wisma TIM dan Asrama Mahasiswa dan Seniman.

“Gedung perpustakaan yang lama akan jadi cinema pusat film nasional. Di tahap pertama kami dapat PMD (Penyertaan Modal Daerah) 200 miliar rupiah,” kata Luky kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Wisma TIM serta Asrama Mahasiswa dan Seniman dirancang menjadi fasilitas penunjang yang mampu menjadi sumber pembiayaan pengelolaan TIM pascarevitalisasi. Wisma TIM dan asrama tersebut pun ditargetkan beroperasi pada Juni 2021.

Selanjutnya, untuk tahap ketiga PT Jakpro akan merevitalisasi Gedung Planetarium, Gedung Galeri Cipta II, Gedung HB Jassin, dan Graha Bhakti Budaya pada Januari 2021. Kali ini revitalisasi ditargetkan selesai pada Juni 2021.

Diberitahukan untuk soft opening dari TIM pascarevitalisasi akan dilaksanakan pada Agustus 2021. Nantinya proporsi ruang terbuka hijau (RTH) dari TIM pun akan ditambah dari yang awalnya hanya 15 persen dari luas TIM menjadi 50 persen.

PT Jakpro membutuhkan dana sebesar 1,8 triliun rupiah untuk revitalisasi secara keseluruhan. Untuk tahap pertama PT Jakpro telah mendapatkan PMD sebesar 200 miliar rupiah di APBD 2019. Dia berharap semua proses dapat berjalan lancar.

“Total yang diajukan sebenarnya 1,8 triliun rupiah dengan seluruh bangunan yang ada. 1,8 triliun rupiah ini full PMD, sehingga tidak ada pembiayaan dari pihak luar,” tandasnya.

Editor: Risman Septian

Previous articleMendagri Klaim Dana Desa, Gerindra: Keberhasilan yang Mana?
Next articleGerindra Klaim Belum Terima Nama Cawagub DKI dari PKS