Gerindra Klaim Belum Terima Nama Cawagub DKI dari PKS

Jakarta, PONTAS.ID – Kelanjutan proses pemilihan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta hingga saat ini nampaknya masih belum jelas, pasca tiga kandidat usulan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjalani fit and proper test.

Pasalnya, kini giliran pihak Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DKI yang mengaku belum menerima dua nama kandidat hasil rekomendasi fit and proper test dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI.

“Kami tinggal nunggu nama yang disodorkan PKS hasil rekomendasi fit and proper test,” kata Ketua DPD Gerindra DKI, Mohammad Taufik kepada wartawan di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat (Jakpus), Kamis (21/2/2019).

Padahal pada Senin (17/2/2019) kemarin, pihak PKS dan Gerindra telah menyerahkan hasil fit and proper test dari tim panelis kepada Gubernur DKI, Anies Baswedan. Meskipun dalam penyerahan tersebut, tidak disertai dengan nama-nama kandidat yang direkomendasikan.

“Kemarin ke Pak Anies, (Gerindra dan PKS) melaporkan mekanisme pemilihan, karena Pak Gubernur yang akan bersurat ke DPRD nantinya, bukan partai. Enggak ada pesan khusus. Pak Anies ikut apa yang partai siapkan,” ujar Taufik.

Dia menjelaskan, pihaknya siap menerima kapan saja nama yang disodorkan PKS. Setelah itu, akan dilakukan pertemuan namun belum diketahui tepatnya. Pernyataan Taufik ini seakan membantah tudingan PKS, yang menyebutkan Gerindra menarik ulur proses pemilihan.

Sebelumnya, Ketua Bidang Humas DPW PKS DKI, Zakaria Maulana Alif sempat mengungkapkan bahwa mereka lelah dengan proses pemilihan cawagub ini. Sebab, DPW PKS DKI juga harus membagi fokus pada pemilu presiden dan legislatif (pilpres dan pileg).

“Jadi kalau ditanya terkuras tenaga, ya sama sama terkuras lah. Pertemuan beberapa kali di Aston. Tahu semua. Di DPW juga berapa kali. Perdana aja tuh di kantor Gerindra kan, yang mau fit and proper test akhir tahun,” tutur Zakaria, Selasa (19/1/2019).

Diketahui, hasil fit and proper test cawagub DKI telah merekomendasikan dua nama kandidat usulan PKS untuk diserahkan ke Anies, mereka yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Namun rupanya, dua nama tersebut belum disepakati oleh Gerindra.

Kendati demikian, Zakaria tak merasa jika fit and proper test sia-sia dilakukan. Dia meyakini jika proses itu dilalui untuk mendapatkan nama-nama yang memiliki kesesuaian-kesesuaian dengan Anies dalam memimpin ibu kota nantinya.

“Jadi apa namanya, penetapan hal-hal seperti ini kan butuh nanti chemistry gitu. Ya, memang agak rumit dalam politik ini, bisa yang satu jadi nomor tiga, yang tiga jadi nomor dua, dua jadi nomor satu yang penting rekomendasi fit and proper test sudah berlaku,” tukasnya.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here