Sepanjang 2018, Program Jokowi Tembus 1,132 Juta Rumah

Perumahan Griya Setia Nusa, Riau

Jakarta , PONTAS.ID – Capaian Program Satu Juta Rumah (PSR) per 31 Desember 2018 mencapai 1.132.621 Unit atau melebihi target. Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada April 2015.

“Pada tahun 2018 ini, untuk pertama kalinya, jumlah pembangunan rumah di Indonesia dapat menembus satu juta unit rumah persisnya 1.132, 621 unit rumah,” ungkap Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid, melalui keterangan resminya, Rabu (9/1/2019).

Dijelaskan Khalawi, dalam penyediaan hunian kemampuan pemerintah melalui dana APBN hanya sekitar 20 persen terutama untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kemudian sekitar 30 persen berasal dari subisidi KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

“Sisanya merupakan rumah yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya dan pengembang perumahan secara formal,” kata Khalawi.

Dipaparkan Khalawi, dari capaian 1,13 juta unit tersebut, terbagi 785 ribu unit merupakan rumah MBR dan 346 ribu unit rumah non MBR. Untuk kategori rumah MBR, kontribusi Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan berhasil membangun sebanyak 217 ribu unit rumah bagi MBR.

“Angka ini terdiri dari rumah susun (Rusun) sebanyak 11,655 unit, rumah khusus 4,525 unit serta rumah swadaya sejumlah 200.884 unit,” terang dia.

Menurut Khalawi, secara bertahap capaian program ini terus meningkat yakni:

  • Tahun 2015 sebanyak 699.770 unit,
  • Tahun 2016 sebanyak 805.169 unit,
  • Tahun 2017 sebanyak 904.758 unit.

“Secara keseluruhan dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2018 telah terbangun 3.542.318 unit rumah,” bebernya.

Sebagai informasi, Program Satu Juta Rumah merupakan kolaborasi antara para pemangku kepentingan di bidang perumahan mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Asosiasi Pengembang Perumahan antara lain REI dan Apersi, Perbankan, Perusahaan Swasta melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) dan masyarakat.

“Melalui program ini diharapkan dapat memperkecil backlog penghunian perumahan di Indonesia yang pada tahun 2015 mencapai 7,6 juta unit menjadi 5,4 juta unit pada tahun 2019,” kata Khalawi optimis.

Pada tahun 2019, Ditjen Penyediaan Perumahan menargetkan pembangunan Rusun sebanyak 6.873 unit, Rumah Swadaya 206.500 unit, Rumah Khusus 2.130 unit dan bantuan Prasarana Sarana Umum bagi 13.000 unit. “Seperti jalan lingkungan, tempat pengolahan sampah dan jaringan air minum,” pungkasnya.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here