Gandeng Grab, Bulog Yogyakarta Perluas Jangkauan Pemasaran

Driver Grap, ( Foto: Ist).

Jakarta, PONTAS.Id – Guna memperluas jangkauan pemasaran sekaligus menjaga stabilitas harga pangan dan bahan kebutuhan pokok lainnya, Bulog Divisi Regional Daerah Istimewa Yogyakarta menggandeng jasa transportasi berbasis daring, Grab.

Kepala Bulog Divre Yogyakarta Akhmad Kholisun mengatakan selama ini produk Bulog berupa beras, gula pasir, tepung terigu, telur, daging beku dan sebagainya dipasarkan melalui gerai-gerai Bulog, sekitar 6.000 RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di DIY, Banyumas, dan Kedu.

“Kami ingin pemasarannya lebih luas lagi, yakni masyarakat bisa membeli dari pengemudi Grab. Dengan begini masyarakat di pedesaan pun bisa membeli produk-produk Bulog berlabel pangankita dengan harga di bawah pasar,” katanya di Yogyakarta, Sabtu (22/12).

Dengan demikian, warga dimana pun bisa memperoleh beras atau bahan kebutuhan lainnya dengan harga yang murah. Hal semacam ini, imbuh Akhmad, membuat masyarakat bisa memperoleh harga yang murah dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga pasar.

Sedangkan driver Grab akan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan produk Bulog.”Mereka dapat mengambil barang dagangan dari kami dengan harga yang murah dan dijual dengan harga yang sesuai ketentuan,” tuturnya.

Sementara Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Imam Subowo, mengatakan, cara ini memang akan memperluas jangkauan pemasaran dan akan dikembangkan ke daerah-daerah lain.

“Potensi pemasaran melalui Grab ini sangat besar,” ungkap Imam.

Cadangan Beras

Menyinggung cadangan beras yang dikuasai Bulog Divre Yogyakarta, Akhmad Kholisun, menyampaikan stok yang ada mampu memenuhi kebutuhan hingga April.

“Untuk wilayah Yogyakarta saja, kami punya stok 11.900 ton beras, kemudian untuk gula pasir sekitar 7 ribu ton, dan minyak goreng di angka 7.600 liter, serta daging beku sebanyak 1,6 ton,” tukasnya.

Untuk menjaga stabilitas, pihaknya akan terus melakukan operasi pasar.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir, karena stok yang ada di Bulog sangat cukup untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru, bahkan kami perkirakan juga cukup sampai April 2019.

Editor: Idul HM

Previous articleJK Jamu Jokowi di Rumah Pribadinya
Next articleTKD Jokowi-Amin: Kaum Ibu Harus jadi Garda Depan Tolak Hoaks