Jakarta, PONTAS.ID – Bupati Cirebon yang juga kader PDIP, Sunjaya Purwadisastra menjadi ditangkap KPK usai terlibat kasus korupsi.
Ketua DPR Bambang Soesatyo menyebut mahalnya ongkos politik dari pemilihan langsung menjadi akar masalah para kepala daerah melakukan tindak pidana korupsi.
“Nah dari kacamata saya pribadi dan kajian kami di DPR, kesimpulannya, akar persoalannya ada di pemilihan langsung mengeluarkan biaya yang tinggi,” kata pria akrab disapa Bamsoet, Jumat (26/10/2018).
Politikus Golkar ini menuturkan perlu adanya evaluasi sistem demokrasi pemilihan langsung kepala daerah. Ia mengaku lebih sepakat jika kepala daerah dipilih dengan sistem pemilihan tidak langsung atau melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). “Skalanya mungkin lebih kecil,” kata dia.
Bamsoet mengatakan berdasarkan diskusi DPR dengan berbagai pihak, termasuk penegak hukum, pengawasan terhadap 50 sampai 60 orang DPRD yang memilih kepala daerah jauh lebih mudah.
“Tidak memerlukan money politic yang begitu tinggi dan rentan dan potensi benturan di akar rumput itu jauh lebih ringan,” katanya.
Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra yang ditangkap oleh tim penindakan KPK yang melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Penangkapan ini diduga terkait jual beli jabatan di lingkungan pemerintah daerah. “Dugaan jual beli jabatan dan ada setoran dari pengusaha,” tutur Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi, Rabu (24/10).
KPK juga menyita sejumlah uang dan bukti transaksi (transfer). Komisioner KPK Basaria Pandjaitan mengatakan tujuh orang telah diamankan dalam kasus tersebut. Sejauh ini, KPK belum mengetahui total jumlah uang yang menjadi barang bukti.
“Belum dihitung, nanti saja ya,” ujar Basaria.




























