Darmin: Kestabilan Ekonomi Nasional Prioritas Utama

Menko perekonomian,Darmin Nasotion, saat memberi sabutan pada Acara Konsultasi Publik Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur atau Jabodetabekpunjur di Hotel Rasuna Said, jakarta.(16/4/2018)

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, untuk saat ini, menjaga kestabilan ekonomi merupakan hal yang lebih penting dibandingkan mengejar pertumbuham ekonomi.

Atas dasar pertimbangan itulah yang pada akhirnya membuat Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%.

“Kalau sudah harus memilih antara stabilitas dan pertumbuhan, kita pilih stabilitas dulu. Kalau stabilitas terancam, itu dulu yang diurus,” ujar Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (28/9).

Ia mengatakan, jika BI tidak mengerek suku bunga acuan, sementara suku bunga Federal Reserve (The Fed) terus menanjak, kondisi perekonomian Tanah Air malah akan tertekan.

Keputusan penaikan suku bunga acuan oleh BI tentunya juga akan memberi dampak kepada perekonomian. Tetapi, Darmin mengatakan dampak itu bisa lebih diarahkan dibandingkan jika suku bunga tidak dinaikkan. Jadi, pada intinya, pemerintah masih dapat menangani situasi dengan lebih baik.

Darmin pun mengakui bahwa Indonesia sedang masuk dalam situasi tingkat bunganya sedikit lebih tinggi. Hal itu tentu saja berpengaruh ke perekonomian.

“Apa boleh buat. Ada juga pengaruhnya (ke ekonomi) kalau dibilang enggak ada ketawa orang, ya ada lah,” ungkapnya.

“Investasi itu kan ada yang murni keputusan pasar dan ada juga yang datang karena dorongan pemerintah. Jadi tergantung bagaimana pemerintah bisa mendorong dari sisi yang lain,” tuturnya.

Salah satu yang terus diupayakan ialah insentif pajak yang perlu diperluas untuk investasi.

“Sekarang kami sedang merumuskan soal insentif pajak. Selesainya butuh waktu, mungkin satu atau dua minggu ini,” ucap Darmin.

Editor: Idul HM

Previous articleTingkatkan Investasi, Pemerintah Berikan KUR Pariwisata 500 Juta per Nasabah
Next articleFluktuasi Harga Tambang Internasional Pengaruhi HPE Oktober 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here