Keberagaman Budaya Jadi Penggerak Pariwisata Banyuwangi

Banyuwangi, PONTAS.ID – Pariwisata merupakan alat penggerak perekonomian masyarakat serta bisa mengarahkan kebudayaan masyarakat menjadi lebih baik sehingga keadaan kota lebih tertata.

Hal inilah yang terjadi pada daerah yang pariwisatanya dikembangkan dengan baik, salah satunya Banyuwangi. Menurut Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, pariwisata bukan hanya mendatangkan pendapatan, lebih dari itu pariwisata menggerakan budaya menjadi lebih baik.

“Pantai lebih bersih, keamanan terjaga, konservasi berjalan. Kalau dulu budaya tidak banyak dilirik, sekarang budaya di Banyuwangi menjadi alat konsolidasi,” kata Anas dalam siaran pers Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Minggu (23/9/2018).

Anas menjelaskan, salah satu festival Banyuwangi yang berhasil adalah Festival Gandrung Banyuwangi, karena festival ini dilakukan tanpa bantuan event organizer dan melibatkan 2000 orang penari.

“Dalam event tersebut, bukan hanya desain yang diperhatikan, tapi bagaimana event tersebut bisa melibatkan seluruh masyarakat dengan menampilkan keunikan daerahnya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar, Guntur Sakti mengapresiasi keberhasilan Banyuwangi dalam memajukan pariwisata.

Minggu ini, ada dua event besar Banyuwangi yang diselenggarakan yaitu Jazz Ijen 2018 pada 22 September 2018 di Amfiteater Taman Gandrung Terakota Jiwa Jawa Resort Ijen, dan upacara Adat Kebo-Keboan di Alasmalang pada 23 September 2018.

Kedua event tersebut bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengemas atraksi pariwisata dengan mengangkat seni dan budaya khas daerah. Hal ini berlaku seperti yang kerap diucapkan Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, yang menyebut alam semakin dilestarikan semakin mensejahterakan.

“Kami membawa beberapa media yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata dengan tujuan untuk turut mempublikasikan pariwisata Banyuwangi dan perkembangan 3A-nya (Aksesibilitas, Atraksi dan Amenitas),” ucap Guntur.

Banyuwangi menjadi tempat dimana disini menjadi enzim growth untuk pertumbuhan ekonomi. Target devisa 2019 yaitu 280 triliun rupiah dengan sumbangan 5,5 persen terhadap PDB.

Posisi daya saing pariwisa juga terus meningkat. Hal ini merupakan perkembangan baik bagi pariwisata. “Terimakasih pada semua pihak yang telah bekerjasama untuk memajukan pariwisata,” tutup Guntur.

Editor: Risman Septian

Previous articleKPU RI Resmi Buka Masa Kampanye Pemilu Serentak 2019
Next articleJelang Turnamen PSSI Anniversary, Indonesia Janji Tampil Maksimal