LSI Analogikan Pemilu 2019 Seperti Liga Champions

Jakarta, PONTAS.ID – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA menganalogikan ajang Pemilu 2019 yang akan datang, bagai kompetisi sepakbola Liga Champions yang ada di Eropa, lantaran terdapat satu partai politik (parpol) yang berpeluang menjadi pemenang dua kali berturut.

Parpol tersebut yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengungkapkan bahwa hal itu terlihat dari hasil survei yang baru dilakukan pihaknya, dimana tingkat elektabilitas PDIP pada saat ini mencapai sebesar 24,8 persen.

Adjie menuturkan, klub asal Spanyol, yakni Real Madrid berhasil menjadi pemenang atau juara 3 kali berturut-turut dari tahun 2015-2017 lalu. Dan dalam Pemilu di Indonesia, selama empat kali pelaksanaan pasca Orde Baru, selalu muncul parpol pemenang pemilu yang berbeda-beda.

Tidak ada satupun parpol yang menang Pemilu berturut-turut. Namun menjelang Pemilu 2019, peta dukungan parpol menunjukan sejumlah perubahan. Salah satunya, untuk pertama kali sejak era reformasi, ada parpol yang berpotensi menjadi pemenang Pemilu dua kali berturut-turut.

“PDIP berpotensi menjadi parpol pertama yang juara dua kali berturut. PDIP berpotensi keluar dari ‘kutukan juara bertahan’. Ibarat Liga Champions modern, PDIP berpeluang menjadi Real Madrid, jadi juara Liga Champions berturut,” kata Adjie dikantornya, Rabu (12/9/2018).

Pada Pemilu 1999, PDIP jadi pemenang dengan perolehan suara sebesar 33,7 persen. Di Pemilu 2004 PDIP kalah, dan Partai Golkar jadi juara. Di Pemilu 2009, pemenang berganti yaitu partai Demokrat memenangkan Pemilu. Dan pada Pemilu 2014, PDIP kembali menjadi juara.

“Saat ini, di Agustus 2018, survei LSI Denny JA menunjukan elektabilitas PDIP sebesar 24,8 persen, disusul Partai Gerindra sebesar 13,1 persen, Partai Golkar 11,3 persen, PKB sebesar 6,7 persen, Partai Demokrat sebesar 5,2 persen, dan PKS sebesar 3,9 persen,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Adjie, dibawah mereka terdapat PPP yang meraih sebesar 3,2 persen, Nasdem sebesar 2,2 persen, Perindo sebesar 1,7 persen, PAN sebesar 1,4 persen, dan partai yang lainnya semuanya dibawah 1 persen. Sementara yang belum memutuskan yaitu sebesar 25,2 persen.

Untuk diketahui, survei dilakukan pada tanggal 12-19 Agustus 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden, dan margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen. Survei dilaksanakan di 33 propinsi di Indonesia.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here